Polda Sulsel Akan Periksa Erwin Aksa soal Laporkan Eep Saefullah

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 15:14 WIB
Blak Blakan Bersama Erwin Aksa

Tim Blak Blakan detikcom berkesempatan mewawancarai Mantan Politikus Golkar Erwin Aksa yang baru saja mengundurkan diri karena memiliki pandangan yang berbeda dengan Partai Golkar, Jakarta, Rabu (20/3/2019). Grandyos Zafna/detikcom
Erwin Aksa (Grandyos Zafna/detikcom)
Makassar -

Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah menerima laporan Ketua Tim Munafri Arifuddin-Rahman Bando, Erwin Aksa, soal tuduhan perbuatan tak menyenangkan pendiri Polmark Indonesia Eep Saefullah Fatah. Polisi masih membutuhkan keterangan Erwin untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

"Kemarin sebenarnya kita sudah janjian dengan lawyer-nya (kuasa hukum) untuk ambil keterangan, cuma yang bersangkutan (Erwin Aksa) masih di Jakarta jadi belum bisa kita ambil, keterangan," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo kepada wartawan di kantornya, di Makassar, Senin (28/9/2020).

Ibrahim menyebut Polda Sulsel sudah menerima laporan resmi dari Erwin soal dugaan perbuatan tidak menyenangkan Eep. Namun, Polda Sulsel baru akan meminta keterangan Erwin saat dirinya sudah ada di Makassar.

"Yang jelas laporannya sudah masuk ke kami. Sudah kita buat administrasi penyelidikannya, cuma kan kita harus ambil berita acara penyelidikan dulu kan tapi yang bersangkutan (Erwin Aksa) masih di Jakarta," tuturnya.

Polisi belum bisa memeriksa Eep sebagai terlapor dalam kasus ini karena masih memerlukan keterangan tambahan dari Erwin.

"Belum bisa kita ambil keterangan terlapor. Kita tunggu hasil pemeriksaan," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Erwin Aksa mengaku telah resmi melaporkan Eep Saefullah Fatah ke polisi dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan.

"Sudah saya laporkan di Polda Sulsel, dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan," kata Erwin Aksa saat ditemui di Makassar, Kamis (24/9).

Laporan kepada Eep dilakukan melalui tim kuasa hukum Appi-Rahman Bando pada Jumat (18/9) lalu. Setelah pelaporan ini, Erwin mengaku bersedia dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

"Progresnya pasti butuh BAP terhadap saya sebagai pelapor. Itu diperlukan tapi saya baru tiba di Makassar," ujarnya.

(nvl/idh)