Round-Up

Pecah Kongsi Erwin Aksa dan Eep PolMark Gegara Survei Pilkada Makassar

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 06:48 WIB
Eep Saefulloh Fatah
Foto: Eep Saefulloh Fatah (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Erwin Aksa (EA) dan CEO PolMark Indonesia Eep Saefulloh Fatah 'terpaksa' pecah kongsi. Erwin, selaku Ketua Tim Pemenangan pasangan bakal calon wali kota-wakil wali kota Makassar, Munafri Ariefuddin (Appi)-Rahman Bando, berseteru dengan Eep gegara survei Pilkada Makassar.

Pangkal masalahnya, Tim Appi-Rahman menuding Eep mengingkari meme hasil survei PolMark terkait elektabilitas calon kepala daerah di Pilkada Makassar 2020. Dalam meme yang beredar luas, elektabilitas Appi-Rahman mengungguli pasangan lain.

"Mengecewakan. Pak Erwin Aksa selaku Ketua Tim Pemenangan kecewa sekali dengan sikap Eep. Eep mengingkari hasil survei PolMark. Kultur orang Bugis-Makassar, dalam keadaan dan situasi apa pun, tidak akan pernah mengingkari bayi yang dilahirkannya," kata Juru Bicara Appi-Rahman, Fadli Noor, dalam siaran pers kepada wartawan, Selasa (15/9/2020).

Tim Munafri Ariefuddin (Appi)-Rahman Bando terlibat konflik dengan lembaga survei politik PolMark Indonesia terkait Pilkada Makassar 2020. Tim Appi-Rahman memecat PolMark.Meme yang jadi pangkal masalah (Foto: dok. Tim Appi-Rahman)

Elektabilitas Appi-Rahman di meme survei itu yaitu 31,7%. Sementara pasangan lain yaitu Danny-Fatma 26,8%, Ical Fadli 14,4%, dan Irman-Zunnun 3,4%. Namun Eep punya penjelasan berbeda.

"Jadi, kami tak pernah dan tak punya niat membantah soal adanya kerja sama dengan pihak EA dan/atau MA dan/atau Appi-Rahman. Berita mengenai bantahan saya terhadap meme hasil survei Kota Makassar tidak akurat. Saya tidak pernah membantah mengenai ada/tidaknya kerja sama survei/pendampingan dengan Appi-Rahman," papar Eep dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2020).

"Yang saya bantah adalah bahwa kami bukan pembuat meme itu. Saya juga membantah isi meme tersebut karena tidak akuratnya data/keterangan di dalamnya," imbuhnya.

Menurut Eep, meme itu, muncul berawal saat Erwin Aksa mengirimkan hasil survei Profetik Institute yang memenangkan kandidat lainnya. Erwin Aksa, sebut dia, kemudian meminta PolMark untuk mengeluarkan hasil survei lama sebagai bantahannya.

Namun, Eep menolak. Dia mengaku telah menyarankan agar Erwin Aksa mengeluarkan hasil survei terbaru, mengingat sesuai kesepakatan PolMark juga akan melakukan dua kali survei lagi soal Pilkada Makassar. Tapi Erwin Aksa tidak bersedia.

"Pada pukul 10.39, pagi hari yang sama (Senin, 14/9/2020), EA mengirimkan kepada saya meme publikasi hasil survei yang mencantumkan gambar profil saya, nama saya dan PolMark Indonesia. Saya langsung menyatakan keberatan. Saya juga keberatan atas penyertaan kata-kata jumawa, 'Konsultan politik ternama yang memenangkan Jokowi-Ahok dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno menjadi Gubernur Jakarta' dalam meme itu," tutur Eep.

"Saya sampaikan bahwa itu bukan cara saya. Saya memang keberatan. Terlebih-lebih, kemudian saya lihat ada pencantuman waktu survei dan data yang keliru/bermasalah," lanjutnya.

Eep kemudian memutuskan untuk mengundurkan diri. Erwin Aksa pun disebut tidak keberatan atas keputusan tersebut.

Tapi sayang, meme terkait survei PolMark yang memenangkan Appi-Bando kadung beredar luas, dan Eep pun mengklarifikasinya. Klarifikasi itulah yang diyakini membuat Erwin Aksa naik pitam, sehingga timbul narasi pemecatan dan pengusiran Eep serta PolMark dari Kota Makassar.

"Yang penting, saya tegaskan bahwa data hasil survei yang dimuat dalam meme itu memang keliru. Sekali lagi, kekeliruan ini bukan masalah teknis, melainkan masalah etika publikasi hasil survei yang sangat penting. Apalagi memenya memuat foto dan nama saya, serta PolMark Indonesia," ujar Eep.

"PolMark Indonesia sepanjang hampir 11 tahun hidupnya berusaha menjaga etika publikasi survei dengan sangat ketat. Haram hukumnya menyampaikan hasil survei dengan mengubah keterangan waktu, hasil-hasil survei dan semua data/informasi apa pun. Hasil survei wajib dilaporkan sebagaimana adanya," sambung dia.

Tonton video 'Erwin Aksa Cerita di Balik Perseteruannya dengan Bos PolMark':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3