RI akan Bangun Kantor Layanan Haji dan Umroh di Saudi, Apa Tujuannya?

Tim Hikmah detikcom - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 14:40 WIB
Beginilah potret Kakbah dan Masjidil Haram sambut jamaah haji yang kembali dibuka saat pandemi COVID-19. Ini potretnya.
Foto: AP/Pool/RI akan Bangun Kantor Layanan Haji dan Umroh di Saudi, Apa Tujuannya?
Jakarta -

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama akan membangun kantor Layanan Haji dan Umroh di Arab Saudi. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Nizar Ali, mengatakan, gedung akan dibangun dengan menggunakan dana yang berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Nizar menyampaikan rencana tersebut saat menjadi pembicara JAMARAH (Jagong Masalah Haji dan Umroh) yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, di Solo, Minggu (27/8/2020). Turut hadir dalam JAMARAH, Wakil Komisi VIII DPR Endang Maria Astuti dan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah Musta'in Ahmad.

"Melalui dana SBSN yang dikelola oleh Kementerian Keuangan, kita sedang berupaya mendirikan kantor di Arab Saudi yang saat ini sedang dalam proses," kata Nizar seperti dikutip dari laman resmi Kemenag RI.

Keberadaan Kantor Layanan Haji dan Umrah di Arab Saudi bertujuan untuk meningkatkan pelayanan terhadap jemaah Indonesia selama berada di Arab Saudi. Ia menambahkan, kantor yang akan dibangun ini merupakan milik negara Indonesia dan dapat dimanfaatkan untuk kepengurusan ibadah haji yang merupakan tugas nasional.

Sebagai tugas nasional, lanjut Nizar, penyelenggaraan haji tidak hanya dilakukan oleh Kementerian Agama saja. Melainkan, dilaksanakan dengan sinergisitas lintas kementerian.

"Dengan adanya tugas nasional tersebut, maka sangat dibutuhkan adanya kantor bagi kita di Arab Saudi," kata dia.

Pemerintah Arab Saudi akan membuka perjalanan umroh dalam 3 tahapan. Tahapan pertama, pada 4 Oktober 2020 Kerajaan Arab Saudi hanya mengizinan warga negara Arab Saudi dan ekspatriat untuk melakukan umroh. Kapasitasnya pun akan dibatasi maksimal 30 persen.

Tahap kedua perjalanan umroh akan dibuka sejak 18 Oktober 2020. Kapasitas jemaah akan dinaikkan menjadi 75 persen.

Tahap ketiga, sudah mulai menampung dari negara lain yakni mengizinkan ibadah umroh dan sholat bagi luar warga negara Saudi, mukimin dan orang dari luar negeri Saudi per 1 November 2020. Layanan ini akan dibuka pada 1 November 2020 mendatang. Pemerintah Indonesia akan memprioritaskan calon jemaah Umroh yang gagal berangkat akibat pandemi Corona.

Umroh atau haji kecil adalah kunjungan (ziarah) ke tempat suci (sebagai bagian dari upacara naik haji, dilakukan setiba di Makkah) dengan cara berihram, tawaf, sai, dan bercukur, tanpa wukuf di Padang Arafah. Pelaksanaannya dapat bersamaan dengan waktu haji atau di luar waktu haji. Namun biasanya saat waktu haji, pelaksanaan umroh ditutup.

(nwy/erd)