Arab Saudi Buka Umroh Mulai 4 Oktober, Kemenag RI Siapkan Regulasi

Rosmha Widiyani - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 16:11 WIB
Wabah virus Corona juga meneror kawasan Masjidil Haram. Kakbah sempat dikosongkan pada Kamis (5/3) waktu setempat usai Salat Ashar untuk disterilkan antisipasi penyebaran virus tersebut.
Foto: dok. Haramain Info/Arab Saudi Buka Umroh Mulai 4 Oktober, Kemenag RI Siapkan Regulasi
Jakarta -

Pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan pembukaan kembali umroh 2020, dengan tetap mempertimbangkan ancaman COVID-19. Umroh 2020 direncanakan dibuka bertahap mulai 4 Oktober 2020 untuk mereka yang tinggal di Saudi lebih dulu.

Untuk muslim yang tinggal di luar wilayah kerajaan tersebut, Saudi akan menginformasikan negara yang boleh memberangkatkan jamaah umroh. Kebijakan Saudi soal umroh 2020 disambut baik Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag).

"Mudah-mudahan Indonesia termasuk yang diizinkan untuk memberangkatkan ibadah umrah. Komunikasi dan koordinasi terus dibangun melalui perwakilan pemerintah RI di Arab Saudi dengan pemerintah Kerajaan Arab Saudi," kata Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus M. Arfi Hatim dalam rilis yang diterima detikcom pada Kamis (24/9/2020).


Arfi mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan regulasi umroh selama pandemi COVID-19 bagi jamaah Indonesia. Regulasi akan mengatur pelayanan, pembinaan, dan perlindungan untuk jamaah umroh 2020.

"Regulasi menitikberatkan pada aspek kesehatan dan keselamatan jemaah. Beberapa yang sedang dibahas antara lain terkait penerapan protokol kesehatan, serta batasan usia dan ketentuan tentang penyakit bawaan atau penyerta. Termasuk juga aturan skema transportasi dan aspek pelayanan lainnya yang diberikan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU)," kata Arfi.

Regulasi ini juga memperhatikan kebijakan Saudi terkait COVID-19, misalnya penerapan karantina sebelum dan sesudah pelaksanaan umroh. Arfi menjelaskan hal tersebut penting karena pelayanan umroh akan lebih banyak diberikan di nagara tersebut.

Untuk karantina saat umroh akan dibahas teknis pelaksanaan kebijakan tersebut dan tes bebas virus corona. Pembahasan regulasi melibatkan semua lembaga terkait misal Kemenkes dan Satgas Penanganan COVID-19.


Arfi berharap masyarakat sabar menanti keputusan pemerintah Saudi dan regulasi pelaksanaan tersebut bagi calon jamaah umroh 2020. Jangan sampai ada klaster umroh yang berasal dari para jamaah yang akan atau telah selesai melaksanakan ibadah.

Jika semua sudah selesai dan siap dilaksanakan, pemberangkatan jamaah umroh yang tertunda sejak 27 Februari 2020 menjadi prioritas. Untuk saat ini, Arfi berharap semua masyarakat dan calon jamaan umroh 2020 selalu menjaga kesehatan, cuci tangan, dan pakai masker.

(row/erd)