"Kesadaran untuk tes mandiri ini perlu. Kalau dia memiliki kesadaran dan dia mampu, maka dia akan membentengi diri dan sekitarnya," kata Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng Mohammad Faqih, kepada detikcom, Senin (28/9/2020).
Orang yang tahu bahwa dirinya positif COVID-19 akan membentengi diri supaya dia tidak menularkan virus Corona ke orang di sekitarnya. Orang ini nantinya bakal mendorong orang-orang di sekitarnya untuk tes juga, misalnya anak, istri, keluarga, atau koleganya.
"Dengan demikian, maka contact tracing akan meluas secara mandiri," kata Daeng.
Sebagaimana diketahi, strategi dasar penanganan COVID-19 adalah 3T, yakni testing (tes), tracing (pelacakan), dan treatment (perawatan yang positif COVID-19). Tes usap jenis Polymerase Chain Reaction (PCR) berdasarkan inisiatif mandiri perlu dilakukan. Terlebih, banyak orang yang positif COVID-19 namun tidak bergejala (asimtomatik).
"Testing dan tracing itu untuk mengetahui apakah yang bersangkutan positif atau negatif COVID-19. Kalau sudah diketahui positif, maka bisa cepat dilakukan isolasi, dilokalisir supaya tidak menular. Testing dan tracing harus dipercepat dan diperluas," kata dia.
(dnu/fjp)











































