Pemerintah Didesak Kendalikan Harga Tes Swab agar Warga Bisa Tes Mandiri

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 10:46 WIB
The Papandayan melaksanakan Rapid Test dan PCR-Swab Test yang dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 21 dan 22 September 2020 bagi seluruh Mitra Kerja beserta keluarganya yang tinggal serumah.
Foto ilustrasi tes swab di Hotel Papandayan. (The Papandayan)
Jakarta -

Pakar epidemiologi dari Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani, mendorong pemerintah bisa mengendalikan harga tes swab. Menurutnya, dengan harga yang terjangkau nantinya masyarakat akan sadar untuk melakukan tes swab mandiri.

"Untuk harga pemeriksaan memang harus diberikan standar oleh pemerintah agar tidak menjadi bisnis bagi beberapa pihak. Selain itu dengan harga yang terjangkau juga dapat mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan mandiri terutama masyarakat yang menyadari mereka dengan mobilitas tinggi ataupun meringankan instansi jika biaya terjangkau untuk melakukan pemeriksaan rutin bagi pegawai dengan mobilitas tinggi," kata Laura saat dihubungi detikcom, Minggu (28/9/2020).

Selain itu, Laura mendorong pemerintah melakukan tes PCR (polymerase chain reaction) gratis. Dia menyarankan agar tes dilakukan di klaster dan di masyarakat dengan mobilitas tinggi.

"Pemerintah bisa mengupayakan sebanyak banyaknya pemeriksaan PCR swab gratis, terutama pada klaster-klaster yang ditemukan dan pada masyarakaya yang dengan mobilitas tinggi," jelas Laura.

Lebih lanjut, dia menjelaskan tes swab sebanyak-banyaknya masih terus harus dilakukan. Hal ini, lanjut Laura, karena angka positivity rate Corona di Indonesia yang masih tinggi.

Selanjutnya
Halaman
1 2