SinoVac Cek Lokasi Produksi Vaksin Corona di Bandung, BPOM Akan ke Beijing

Tim detikcom - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 12:07 WIB
Pembuat vaksin asal China, Sinovac Biotech, berencana memulai uji coba klinis vaksin virus Corona eksperimental terhadap anak-anak dan remaja pada akhir bulan ini.
Foto: Ilustrasi Corona (Getty Images/Lintao Zhang)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi melaporkan perkembangan persiapan pemberian vaksin virus Corona (COVID-19). Retno menjelaskan sudah dirampungkan agenda kunjungan tim dari SinoVac ke Bandung, Jawa Barat (Jabar) dan BPOM akan mengunjungi Sinovac di Beijing, China.

Awalnya Retno mengatakan persiapan pemberian vaksin dilakukan secara seksama dan hati-hati. Tim uji klinis yang dipimpin Profesor Kusnandi Rusmil (Ketua Uji Klinis Vaksin COVID-19 dari Unpad), kata Retno, melaporkan uji klinis vaksin Corona berjalan lancar dan tak menimbulkan efek yang signifikan.

"Bahwa proses persiapan untuk pemberian vaksin yang tepat waktu terus dilakukan secara seksama dan hati-hati. Jadi berdasarkan beberapa hal yang dapat kami sampaikan, dalam konteks persiapan pemberian vaksin ini, adalah sebagai berikut: Pertama, berdasarkan komunikasi dengan tim uji klinis, dengan Profesor Kusnandi dan juga timnya, kami tadi pagi melakukan rapat dan memperoleh informasi bahwa laporan yang diterima sampai saat ini, uji klinis berjalan dengan lancar dan tidak diperoleh laporan efek yang berat," jelas Retno.

Hal ini disampaikan Retno dalam jumpa pers virtual di akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (28/9/2020). "Jadi intinya dapat berjalan dengan lancar dan sejauh ini hasilnya baik," imbuh Retno.

Dia kemudian menyampaikan kesiapan Biofarma sebagai lokasi produksi vaksin asal SinoVac terus dipantau oleh pemerintah. Retno menyampaikan tim ahli dari SinoVac telah bertolak ke Bandung untuk mengecek lokasi produksi vaksin oleh Biofarma.

"Kedua, terus memantau kesiapan Biofarma, karena Biofarma ini akan menjadi manifacturing untuk vaksin yang berasal dari SinoVac. Pada tanggal 20 sampai 24 September, tim ahli SinoVac telah melakukan visitasi ke Bandung untuk meninjau production site vaksin Biofarma dan sekaligus melakukan observasi pelaksanaan uji klinis fase ketiga yang tengah dilakukan di Bandung dan sekitarnya," jelas Retno.

Retno menjelaskan secara detail, tim ahli SinoVac telah mengecek gedung Nomor 21 dan Nomor 43. Retno kemudian menerangkan fungsi kedua gedung ini.

"Sebagai catatan bahwa delegasi SinoVac ini secara khusus mengunjungi Gedung Nomor 21 dan Gedung Nomor 43. Gedung 21 ini akan digunakan untuk produksi vaksin SinoVac, sementara Gedung 43 akan digunakan sebagai sebagai site production atas vaksin kandidat dari CEPI (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations). CEPI ini adalah vaksin yang melalui mekanisme multilateral dan juga kandidat vaksin-vaksin lainnya," terang Retno.

Retno menuturkan Biofarma kapasitas produksi vaksin oleh Biofarma telah ditingkatnya, dari semula 100 juta menjadi 250 juta vaksin. Dia selanjutnya menerangkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan terbang ke Beijing untuk mengecek langsung kualitas vaksin SinoVac.

"Biofarma memiliki total kapasitas produksi vaksin yang sudah dinaikkan dari 100 juta menjadi 250 juta. Ketiga, dapat saya sampaikan bahwa BPOM akan melakukan on site visit ke fasilitas SinoVac di Beijing untuk melihat secara langsung kualitas dari vaksin tersebut. Jadi sekali lagi ini merupakan salah satu bagian dari kehati-hatian dalam mempersiapkan vaksin yang akan digunakan di Indonesia," tutur Retno.

Terakhir, Retno juga menyampaikan pemerintah terus melakukan komunikasi soal vaksin dengan Sinopharm dan G42. Komunikasi terutama membahas sharing data uji klinis Sinopharm dan G42.

"Keempat, komunikasi dengan Sinopharm dan G42 terus dilakukan, termasuk upaya untuk terus melakukan komunikasi mengenai data sharing karena uji klinis Sinopharm dan G42 dilakukan di UAE. BPOM sudah bertemu dengan pihak otoritas UAE, sudah melakukan pertemuan dan mereka sudah sepakat untuk melakukan sharing data mengenai uji klinis," tandas Retno.

"Karena sharing data ini akan sangat penting bagi BPOM untuk penggunaan vaksin yang berasal dari Sinopharm dan G42. Ini sekali lagi merupakan langkah yang diambil oleh otoritas di sini, dalam hal ini BPOM, yang sangat hati-hati untuk memastikan safety, efikasi dan quality dari vaksin tersebut," imbuh Retno.

(aud/imk)