Polisi Kantongi Bukti Pelecehan di Soetta: Keterangan Saksi-CCTV

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 11:41 WIB
Tersangka pelecehan seksual di Bandara Soekarno-Hatta ditangkap di Sumut
Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta AKP Alexander Yurikho menjelaskan kasus pelecehan di Soetta. (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)
Kota Tangerang -

Polisi mengantongi sejumlah alat bukti terkait pelecehan seksual di Bandara Soekarno-Hatta yang dilakukan tersangka EF. Bukti-bukti tersebut di antaranya keterangan saksi hingga rekaman CCTV.

"(Bukti-bukti pelecehan) hasil assessment P2TP2A Kabupaten Gianyar, rekaman CCTV, keterangan saksi," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta AKP Alexander Yurikho dalam keterangan kepada detikcom, Senin (28/9/2020).

Alex mengatakan, rekaman CCTV di Bandara Soekarno-Hatta menjadi petunjuk kuat polisi dalam menetapkan tersangka dalam kasus pelecehan. Rekaman CCTV merekam aksi pelaku saat itu.

"Hasil rekaman CCTV menggambarkan indikasi kuat terjadinya dugaan tindak pidana pelecehan," imbuh Alex.

Selain itu, polisi memeriksa sejumlah saksi dalam perkara tersebut. Korban juga telah diasesmen di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Gianyar, Bali.

Kasus ini bermula dari cuitan korban berinisial LHI yang mengaku telah menjadi korban pelecehan dan penipuan oleh EF. Korban saat itu mengaku hendak melakukan perjalanan ke Nias pada Minggu (13/9).

Korban diminta menjalani rapid test. Hasil rapid test korban dinyatakan reaktif Corona oleh tersangka EF.

Singkat cerita, korban LHI dipaksa menjalani rapid test ulang dengan membayar Rp 150 ribu. Dia pun akhirnya dibawa ke tempat sepi dan diminta memberikan uang tambahan senilai Rp 1,4 juta.

Polisi kemudian bergerak cepat dan menangkap tersangka di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, pada Jumat (25/9). Tersangka EF dijerat dengan pasal berlapis atas kasus pelecehan, pemerasan, dan penipuan.

Tersangka kemudian ditahan di Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta sejak Sabtu (26/9). Tersangka akan ditahan polisi selama 20 hari ke depan.

(mei/fjp)