Pimpinan KPK Saling Sindir soal Pejuang-Pecundang, ICW: Kurangi Gimik Politik

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 08:18 WIB
Peneliti ICW Kurnia Ramadhana (Nurin-detikcom)
Peneliti ICW Kurnia Ramadhana (Nurin/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dan Nurul Ghufron berbeda pendapat soal banyaknya pegawai lembaga antikorupsi itu yang mundur dari jabatannya. Indonesia Corruption Watch (ICW) angkat bicara terkait hal itu.

"Memang mesti diakui tak semua Pimpinan KPK memiliki sikap yang sepenuhnya berpihak pada penguatan kelembagaan tersebut. Sejauh ini beberapa orang justru malah terlihat ingin menciptakan situasi buruk dalam internal kelembagaan KPK, baik dari sisi pernyataan maupun tindakan," ujar Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, lewat pesan singkat, Minggu (27/9/2020).

Kurnia meminta KPK membenahi pola kepemimpinan. Ia menekankan para pimpinan KPK mengurangi gimik.

"Terutama mengurangi gimik politik serta menghilangkan serangkaian kontroversi. Sebab, KPK di bawah kepemimpinan Firli saat ini berada pada ambang batas kepercayaan publik. Bisa dibayangkan, sejak Januari sampai Juni tahun ini, setidaknya empat lembaga survei menyebutkan KPK tidak lagi menjadi lembaga yang paling dipercaya oleh publik," kata Kurnia.

"ICW juga memahami beban moral KPK saat ini semakin berat. Terutama pasca-Firli Bahuri terbukti dua kali melanggar kode etik KPK," lanjutnya.

Sebelumnya, Ghufron mengistilahkan KPK sebagai tempat pertempuran, sehingga dia lebih menghargai orang-orang yang masih bertahan di KPK. Ghufron menyebut KPK adalah candradimuka bagi para pejuang antikorupsi.

"Tapi kami sangat berbesar hati dan berbangga kepada mereka yang bertahan di dalam KPK bersama kami kini dengan segala kekurangan KPK saat ini. Pejuang itu tak akan meninggalkan gelanggang sebelum kemenangan diraih. Selamat kepada mereka yang masih mampu setia mencintai KPK," imbuh Ghufron.

Hal itu dibalas sesama pimpinan KPK, Nawawi Pomolango. Bagi Nawawi, para pegawai KPK yang akhirnya memilih mundur dari KPK seharusnya tidak dipandang sebelah mata.

"Ini bukan soal pejuang dan pecundang, tapi pilihan dengan pemikiran," kata Nawawi.

Tonton video 'Dialog Febri Diansyah dengan Firli Bahuri soal Pengunduran Dirinya':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/ibh)