Nawawi Komentari Sesama Pimpinan KPK: Ini Bukan soal Pejuang atau Pecundang!

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 17:36 WIB
Nawawi Pomolango
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango memberikan komentar pedas kepada sesama pimpinan lembaga antikorupsi itu. Bagi Nawawi, para pegawai KPK yang akhirnya memilih mundur dari KPK seharusnya tidak dipandang sebelah mata.

"Ini bukan soal pejuang dan pecundang, tapi pilihan dengan pemikiran," kata Nawawi kepada detikcom, Minggu (27/9/2020).

Sebab, sebelumnya, Wakil Ketua KPK lainnya, Nurul Ghufron, berbicara soal pengunduran diri Febri Diansyah dari posisi Kabiro Humas KPK. Selain itu, ada kabar puluhan pegawai KPK lain yang sudah mundur.

"Hargailah mereka yang pergi setelah membangun gelanggang dengan susah payah," imbuh Nawawi.

Sebelumnya Ghufron mengistilahkan KPK sebagai tempat pertempuran, sehingga dia lebih menghargai orang-orang yang masih bertahan di KPK. Ghufron menyebut KPK adalah candradimuka bagi para pejuang antikorupsi.

"Kami menghormati keputusan pribadi pegawai KPK. Namun, dengan apa pun alasannya, KPK itu bukan tempat santai, KPK adalah candradimuka bagi para pejuang antikorupsi. Kami tak bangga kepada mereka yang masuk dengan segala kelebihannya," ucap Ghufron dalam keterangannya, Sabtu (26/9).

"Tapi kami sangat berbesar hati dan berbangga kepada mereka yang bertahan di dalam KPK bersama kami kini dengan segala kekurangan KPK saat ini. Pejuang itu tak akan meninggalkan gelanggang sebelum kemenangan diraih. Selamat kepada mereka yang masih mampu setia mencintai KPK," imbuh Ghufron.

Diketahui, Febri Diansyah baru-baru ini menyatakan mengundurkan diri dari KPK. Selain Febri, rupanya sudah ada 37 pegawai KPK lainnya mundur dari lembaga antikorupsi itu dalam setahun ini. Febri Diansyah mengundurkan diri dari KPK. Dia meninggalkan jabatan sebagai Kabiro Humas KPK.

Dari surat pengunduran diri yang diperoleh detikcom, mantan juru bicara KPK tersebut diketahui telah mengajukan pengunduran diri sejak 18 September 2020. Surat pengunduran diri Febri Diansyah ditujukan kepada pimpinan KPK, Sekjen KPK, dan Kepala Biro SDM KPK.

Febri mengatakan kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK. Kondisi itu membuat dia akhirnya memutuskan mundur.

"Kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK. Setelah menjalani situasi baru tersebut selama sekitar sebelas bulan, saya memutuskan jalan ini, memilih untuk mengajukan pengunduran diri dari institusi yang sangat saya cintai, KPK," ungkapnya, Kamis (24/9).

Tonton juga 'Febri Diansyah: Kami di KPK Tidak Pernah Loyal Pada Orang':

[Gambas:Video 20detik]

(dhn/dhn)