Pakar Soal Dangdutan Waket DPRD Tegal: Khawatir Muncul Klaster Konser

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 04:50 WIB
Konser musik dangdut di Tegal digelar di tengah pandemi COVID-19. Konser itu diketahui diadakan Wakil Ketua DPRD Kota Tegal untuk perayaan pernikahan.
Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Tegal -

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo menggelar konser dangdut di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Pakar Epidemiologi dari Universitas Airlangga (Unair) Laura Navika Yamani khawatir konser itu akan memunculkan klaster baru.

"Dengan kejadian ini dikhawatirnya akan memunculkan klaster baru yaitu klaster konser Tegal ini," ujar Laura lewat pesan singkat kepada detikcom, Minggu (27/9/2020).

Laura sangat menyayangkan konser dangdut itu lolos perizinan dan pengawasan perangkat lingkungan sekitar. Ia menegaskan kerumunan dalam konser dapat menjadi faktor utama penularan virus Corona.

"Kita tidak tahu apakah yang hadir dalam konser tersebut tidak sedang membawa virus atau terinfeksi dengan kondisi tanpa gejala. Ini sangat berbahaya dengan tanpa jarak dan dengan durasi yang lama akan dapat menularkan Covid-19 secara cepat," imbuh Laura.

Ia meminta pemda setempat untuk melakukan tracing dan tracking secepatnya. Jika tidak, penyebaran virus berisiko meluas.

"Apalagi banyak yang tidak menerapkan protokol kesehatan seperti pakai masker, jaga jarak. Jika ada 1 orang saja yang positif sudah sangat berpotensi bisa menyebar ke yang lain. Dan itu harus dipastikan dengan melakukan testing pada orang-orang yang menghadiri konser tersebut," ungkap Laura.

Penularan virus, sebut Laura, akan sangat fatal bagi kelompok rentan. Salah satunya adalah balita. Ia menyebut balita tidak memiliki sistem imun yang baik.

Laura mengimbau kepada pemerintah Kota Tegal untuk serius menangani kasus ini. Ia meminta pemda tegas menindak para pelanggar protokol kesehatan.

"Bagaimana kemudian pemda bisa lebih tegas dalam pelanggaran-pelanggaran protokol kesehatan tanpa tebang pilih. Artinya siapapun mau pejabat ataupun rakyat biasa ketika melanggar protokol kesehatan apalagi ini sifatnya massal maka harus ditindak tegas sesuai peraturan yang berlaku pada masa pandemi ini," tutupnya.

Diketahui, konser dangdut itu digelar untuk memeriahkan khitanan dan pernikahan keluarga Wasmad. Acara pentas dangdut ini digelar di Lapangan Desa Tegal Selatan, pada Rabu (23/9) mulai pukul 09.00 WIB-15.00 WIB lalu dilanjutkan pentas dangdut pada pukul 20.00-01.00 WIB dini hari.

Konser dangdut itu pun mengundang banyak warga yang menonton. Banyak yang mengabaikan protokol kesehatan COVID-19 karena berdesak-desakan dan banyak yang tidak memakai masker.

Akibatnya Wasmad sebagai penyelenggara hajatan pun diperiksa polisi. Dia mengaku sudah dimintai keterangan soal kronologis acara konser dangdut itu.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyebut ada 10 saksi yang sudah diperiksa terkait konser dangdut saat pandemi tersebut. Buntut konser dangdut itu, Kapolsek Tegal Selatan Kompol Joeharno juga dicopot dari jabatannya.

"Kapolsek sudah diserahterimakan dan kapolseknya diperiksa oleh Propam," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada detikcom, Sabtu (26/9).

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono menjelaskan jika penyelenggara konser dangdut itu diduga telah melanggar Pasal 93 UU Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 2016 ayat 1 KUHP tidak menuruti perintah atau permintaan UU dipidana penjara paling lama 4 bulan 2 minggu

(isa/ibh)