ADVERTISEMENT

Round-Up

Babak Baru Pecahnya Berkarya saat Tommy Soeharto Gugat Yasonna

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 21:32 WIB
Tommy Soeharto-Andi Picunang-Muchdi PR
Foto: Tommy Soeharto-Andi Picunang-Muchdi PR. (Dok Berkarya).

Gugatan-gugatan yang dilancarkan kubu Tommy itu dinilai Picunang semakin memperjelas tidak adanya kekompakan di kubu lawan. Picunang menegaskan pihaknya siap dengan data dan fakta untuk mempertahankan SK Kemenkum HAM terkait kepengurusan partai.

"Tim hukum kami sudah siap dan siap dengan argumen data dan fakta. Dikembalikan kepada PTUN saja, gugatan itu diterima atau ditolak itu ranah PTUN lah. Kami siap saja, data dan fakta kami lengkap," tegasnya.

Picunang juga menyebut tidak ada pihak yang bisa memakai simbol-simbol Partai Berkarya selain pengurus yang tercantum dalam SK Kemenkum HAM. Di sisi lain, Picunang menegaskan tidak ada kubu dalam kepengurusan Partai Berkarya.

"Dan perlu diketahui bahwa selain kepengurusan kami, tak ada yang bisa memakai simbol-simbol Partai Berkarya (Beringin Karya) sejak 30 Juli 2020. Dan tidak ada kubu-kubuan di partai ini. Hanya ada satu kepemimpinan Partai Berkarya, Muchdi Pr Ketumnya dan Ketua Dewan Pembinanya Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto)," ungkapnya.

Menurut Picunang, posisi sebagai Ketua Dewan Pembina adalah bentuk penghormatan pihaknya kepada Tommy Soeharto. Jika ada yang menolak untuk bergabung, Picunang menegaskan akan merevisi nama-nama yang menjadi pengurus Partai Berkarya Muchdi Pr.


(rdp/ibh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT