Round-Up

Kafe hingga Panti Pijat Digerebek saat Ibu Kota Masih PSBB Ketat

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 20:38 WIB
Polisi bubarkan kafe-panti pijat di Kebon Jeruk (Foto: dok. Polsek Kebon Jeruk)
Foto: Polisi bubarkan kafe-panti pijat di Kebon Jeruk (Foto: dok. Polsek Kebon Jeruk)
Jakarta -

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diperketat masih diberlakukan di DKI Jakarta. Namun, masih saja ada kafe maupun tempat hiburan malam yang nekat melanggarnya.

Pelanggaran PSBB oleh kafe dan tempat hiburan malam seperti panti pijat itu terungkap saat aparat gabungan Polri, TNI dan Satpol PP melakukan razia. Hasilnya, kafe musik hingga panti pijat itu pun dibubarkan. Pembubaran itu dilakukan lantaran tempat usaha itu nekat beroperasi hingga melanggar protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang diwajibkan.

Kafe musik dan panti pijat yang dibubarkan di antaranya berlokasi di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. 11 perempuan bahkan diamankan saat razia tersebut.

"Sebanyak 11 wanita kami amankan untuk kami datakan di kantor Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat," kata Kapolsek Kebon Jeruk Kompol R Sigit Kumono, dalam keterangan tertulis, Minggu (27/9/2020).

Belasan perempuan itu diamankan lantaran melanggar protokol kesehatan. Mereka pun kemudian dirujuk ke Panti Sosial Kedoya untuk dilakukan pembinaan.

"Mereka diamankan karena melanggar protokol kesehatan saat pemerintah saat ini tengah menerapkan kembali PSBB untuk menekan angka penyebaran virus COVID-19," ujarnya.

"Setelah dilakukan pendataan pihaknya bersama petugas gabungan, baik dari Koramil maupun Satpol PP, kemudian kesebelas wanita tersebut kami rujuk ke Panti Sosial Kedoya, Jakarta Barat, untuk dilakukan pembinaan," imbuh Sigit.

Ini bukanlah kali pertama kafe hingga panti pijat di Jakarta terjaring razia. Pekan ini, aparat gabungan juga menggerebek panti pijat yang menyediakan jasa prostitusi di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Saat beroperasi, panti pijat tersebut bahkan berpura-pura tutup, padahal ada aktivitas di dalam. Pengelola mencari pelanggan dengan mengirimkan WhatsApp kepada pria hidung belang dengan melampirkan foto terapis.

Panti pijat itu pun ditutup dan dikenai denda maksimal lantaran nekat beroperasi saat pengetatan PSBB. Tiga orang bahkan ditetapkan sebagai tersangka dalam penggerebekan itu.

"Khusus pemilik usaha ini juga melanggar ketentuan pergub, baik Pergub Nomor 33 maupun Nomor 79. Akan kita proses untuk dikenai denda, diupayakan denda maksimal," kata Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim dalam jumpa pers di Mapolres Jakarta Utara, Jl Yos Sudarso, Jakarta Utara, Selasa (22/9).

Tonton juga 'Nasib Mal di DKI Dalam PSBB Berkepanjangan':

[Gambas:Video 20detik]

(mae/isa)