Curhat Perawat di Surabaya ke Jokowi: Pulang Sebulan Sekali demi Tangani Corona

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 17:51 WIB
Presiden Jokowi saat video call dengan perawat di Surabaya (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi saat video call dengan perawat di Surabaya. (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali melakukan panggilan video atau video call dengan tenaga kesehatan yang menangani pasien COVID-19 di Indonesia. Kali ini, panggilan video dilakukan dengan perawat di Surabaya bernama Sifira Kristingrum.

Fira merupakan perawat di RSAL Dr Ramelan, Surabaya, yang sehari-hari bertugas menangani pasien positif COVID-19. Dalam perbincangan dengan Jokowi, Fira pun mencurahkan isi hatinya mengenai perjuangannya melawan COVID-19 ini.

"Ini di rumah sakit mana ya? Mbak Fira ya?" tanya Jokowi di awal perbincangan melalui sambungan video yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (27/9/2020).

"Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan, Pak," jawab Suster Fira.

Fira bercerita bahwa dirinya telah bertugas menangani pasien yang terpapar COVID-19 selama lima bulan atau sejak Mei lalu. Selama rentang waktu tersebut, ia mengaku jarang bertemu dengan keluarganya.

"Kapan terakhir bertemu dengan keluarga? Apakah diizinkan pulang atau harus berjaga terus di rumah sakit?" tanya Jokowi.

"Diizinkan pulang Pak, setelah satu bulan kita cek swab, kalau negatif kita pulang," kata Fira.

Di rumah sakit tempatnya bertugas, Fira sehari-hari ditempatkan di ruangan Intensive Care Unit (ICU) yang memiliki 16 tempat tidur dan dilengkapi 11 ventilator. Menurut penuturannya, dalam dua minggu terakhir ini pasien yang masuk ke ICU menurun.

"Oh pasiennya menurun? Ya syukur. Untuk soal fasilitas ketersediaan alat medis dan tenaga medisnya cukup ya berarti?" kata Presiden melanjutkan perbincangan.

"Iya cukup, puji Tuhan cukup Pak, apalagi mulai bulan ini ada bantuan relawan di ICU," ungkap Suster Fira.

Selama menangani pasien yang terpapar COVID-19, Fira mengaku bahwa para pasien sering merasa ketakutan. Menurutnya, jika pasien tersebut sesak napas tapi dalam kondisi sadar, pasti mengeluh takut.

Fira pun menitipkan pesan bagi seluruh masyarakat agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, dengan disiplin. Sebab, mematuhi protokol kesehatan merupakan salah satu cara mencegah penularan COVID-19.

"Tetap untuk protokol kesehatan tetap tolong dipatuhi karena kalau saya perjalanan pulang itu masih lihat kerumunan massa yang masih tidak memakai masker, masih suka berkerumun Pak," ungkap Suster Fira.

"Terus untuk Bapak, terima kasih perhatian Bapak, puji Tuhan kemarin sudah kita terima Pak, dari Bapak. Terima kasih, dengan itu saya aplikasikan juga untuk saya melanjutkan sekolah lagi Bapak," imbuhnya.

Di akhir percakapan, Jokowi tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kerja keras dan dedikasi Fira beserta seluruh perawat, dokter, dan tenaga medis lainnya dalam menangani dan merawat pasien yang terdampak COVID-19.

"Saya menyampaikan penghargaan, apresiasi yang tinggi kepada seluruh perawat, tenaga kesehatan, dokter semuanya karena memang bekerja menangani COVID ini tidak ringan. Memakai APD sampai 8 jam itu sesuatu juga yang sangat berat sekali. Oleh sebab itu, sekali lagi saya sangat menghargai, sangat mengapresiasi apa yang oleh Mbak Fira lakukan beserta seluruh rekan-rekan perawat, tenaga kesehatan, dokter, semuanya dalam berjuang terus melawan COVID ini. Semoga semuanya segera cepat selesai," tandas Jokowi.

Tonton juga 'Perawat RS di Surabaya Cerita ke Jokowi: Pasien Corona Menurun':

[Gambas:Video 20detik]

(mae/imk)