Dengar Curhat Dokter Paru, Jokowi Bayangkan Beratnya Tangani Corona

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 11:26 WIB
Presiden Jokowi video call dengan dokter paru, dr Faisal (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi video call dengan dokter paru, dr Faisal. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan panggilan video dengan dokter spesialis paru, dr Faisal Rizal Matondang. Dalam perbincangan itu, Jokowi mendengarkan curahan hati dokter yang berjuang menangani COVID-19 itu.

Saat panggilan telepon dilakukan, terungkap bahwa dr Faisal sempat terkena COVID-19. Dokter Faisal merupakan salah satu dokter yang bertugas menangani pasien COVID-19 di RSPI Sulianti Saroso.

"Dokter Faisal lagi di mana? Sepertinya sedang tidak bertugas?" tanya Jokowi di awal pembicaraan dalam video yang diunggah kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (27/9/2020).

"Hari ini saya pertama masuk, Pak, setelah saya menjalani perawatan. Saya terkena COVID. Jadi saya sudah menjalani perawatan segala macam. Kemarin rontgen terakhir dan sudah di-swab. Saya dinyatakan sudah boleh bertugas. Jadi hari ini saya baru hari pertama bertugas," jawab Faisal.

Jokowi pun ikut bersyukur dr Faisal, yang sudah bersiaga menangani pasien COVID-19 semenjak awal mewabah di Indonesia, telah dinyatakan sembuh. "Alhamdulillah sudah sembuh," kata Jokowi.

Dalam panggilan itu, Jokowi menanyakan perihal penanganan pasien COVID-19 di RSPI Sulianti Saroso. Termasuk perihal ketersediaan sarana dan prasarana untuk menunjang penanganan COVID-19.

"Dokter Faisal, bagaimana penanganan COVID di RSPI Sulianti Saroso?" tanya Jokowi.

"Kalau penanganan COVID-19 kami sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan, baik pengobatan maupun pemeriksaan-pemeriksaannya. Alhamdulillah semuanya ada pak, untuk obat juga tersedia. Tenaga mungkin masih tetap kurang. Pasien makin bertambah," jawab dr Faisal.

Jokowi juga menanyakan perihal keluhan yang disampaikan pasien-pasien COVID-19 kepada dr Faisal. Dokter Faisal pun menjelaskan bahwa kebosanan merupakan salah satu hal utama yang dirasakan pasien saat menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit.

Untuk mengatasi hal tersebut, dr Faisal mengakui memberikan waktu dan atensi yang lebih bagi para pasiennya untuk berbincang dan bercanda meski merasakan keterbatasan dan sesak selama menggunakan masker dan alat pelindung diri lainnya.

"Saya biasa sama pasien-pasien sering agak lama. Di samping periksa, walaupun saya sesak karena tertutup oleh APD, saya suka bercanda-bercanda. Terakhir itu saya kasih semangat buat pasien supaya pasien tetap berpikir positif untuk dapat hasil negatif swab-nya," ucapnya.

"Saya bisa bayangkan betapa beratnya bertugas menangani COVID ini," sahut Jokowi.

Dalam kesempatan itu, dr Faisal pun menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk tetap berdisiplin menerapkan 3M, yakni mengenakan masker, mencuci tangan secara berkala, dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari COVID-19 di tengah masyarakat.

"Tetap jaga sesuai protokol kesehatan, pakai masker, mencuci tangan, menghindari berkumpul-kumpul. Mudah-mudahan kita bisa lewati pandemi ini," ujar Faisal.

Di penghujung perbincangan, Jokowi menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada dr Faisal dan seluruh tenaga medis yang menangani COVID-19. Jokowi juga mengapresiasi dedikasi serta kerja keras yang ditunjukkan oleh dokter Faisal beserta dokter-dokter lain dan tenaga medis di seluruh Indonesia untuk memberikan perawatan kepada para pasien COVID-19.

"Saya sangat menghargai, sangat mengapresiasi, apresiasi yang tinggi pada dokter Faisal dan seluruh dokter di seluruh rumah sakit di negara kita di Indonesia, Saya bisa merasakan betul betapa sangat beratnya bertugas, berjuang dalam rangka menangani pasien yang terkena COVID, karena memakai masker yang panas, kita pakai masker saja kadang nggak kuat, apalagi pakai APD," tutur Jokowi.

Tonton juga 'Jokowi Ungkap Progres Penyaluran Bantuan Sosial Rp 203,9 T':

[Gambas:Video 20detik]

(mae/dhn)