Aniaya Warga, 2 Oknum Brimob di Maluku Jadi Tersangka

Antara News - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2020 19:44 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Ilustrasi penganiayaan (Foto: dok. detikcom)
Saumlaki -

Dua oknum anggota Brimob Kompi 3 Batalyon C Pelopor Polda Maluku yang berkantor di Saumlaki, yakni SA dan AG, ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan. Keduanya diduga menganiaya warga Desa Olilit, Kepulauan Tanimbar, Maluku.

SA dan AG diduga kuat menganiaya Marselinus Fanumby, seorang pemuda asal Desa Olilit, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jumat (25/9).

Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Romi Agusriansyah menyatakan, setelah memeriksa tujuh orang saksi, dua oknum anggota Brimob yang ikut diperiksa bersama tiga orang rekannya itu ditahan.

"Proses ini sedang berjalan dan kami masih kembangkan lagi dengan memeriksa sejumlah pihak. Perkembangan berikutnya akan kami sampaikan kepada wartawan," kata Romi di Saumlaki, Sabtu (26/9/2020) seperti dilansir Antara.

Romi mengatakan peristiwa dugaan penganiayaan tersebut telah mendapat respons dari Kapolda Maluku. Menurutnya, Kapolda Maluku menaruh perhatian besar terhadap kasus ini.

"Atensi beliau untuk dilakukan proses hukum dengan benar terhadap para pelaku. Artinya, tidak tertutup kemungkinan terhadap adanya pelaku lain yang akan ditetapkan," katanya.

Sesuai perintah Kapolda, pihaknya akan mengusut tuntas kasus tersebut hingga semua pelaku yang terlibat dimintai pertanggungjawaban secara hukum, baik pidana, kode etik, maupun penegakan disiplin.

"Untuk komandan kompi, kami sudah berkoordinasi dengan Komandan Satuan Brimob Polda Maluku. Nanti pemeriksaannya akan dilakukan oleh tim dari Polda," katanya.

Kapolres berjanji akan memeriksa Marsianus Fanumby, korban dugaan penganiayaan, setelah yang bersangkutan dinyatakan sembuh oleh pihak rumah sakit. Pemeriksaan itu untuk mengetahui bagaimana terjadinya penganiayaan itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2