Viral Warga di Bekasi Joget Berkerumun di Kafe, Polisi Cek Lokasi

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2020 17:50 WIB
Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal
Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurrizal (M Rofiq/detikcom)
Bekasi -

Sebuah video viral memuat warga tengah asyik berjoget ditemani pertunjukan musik di dalam sebuah kafe. Mereka tampak berjoget tanpa mengindahkan anjuran jaga jarak sesuai protokol kesehatan pencegahan virus Corona.

Para warga yang terdiri atas muda-mudi itu tampak menikmati hiburan musik yang disajikan di tempat tersebut. Semuanya tampak berkerumun, bahkan tidak menggunakan masker.

Terlihat dalam video tersebut juga seorang warga tengah digendong oleh rekannya sambil berjoget tanpa memperdulikan anjuran protokol kesehatan di tengah pandemi. Dari informasi yang dihimpun, diduga peristiwa tersebut terjadi di salah satu kafe di daerah Bekasi.

Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan pihaknya akan langsung mengecek ke lokasi guna memastikan informasi tersebut. Dia mengatakan ada beberapa ketentuan yang harus diikuti oleh tempat makan yang diizinkan buka selama masa PSBB di Kota Bekasi.

"Kalau laporan langsung belum ada. Tapi kita memang dapat laporan dari netizen itu dan memang kita tahu viral. Sebenarnya kan kalau dari surat edaran Wali Kota itu untuk dine in itu maksimal pukul 21.00 WIB. Selebihnya take away. Dan untuk yang kafe yang ada musiknya itu sampai pukul 23.00 WIB. Itu untuk jam operasionalnya ya," kata Alfian dihubungi detikcom, Sabtu (26/9/2020).

Alfian memastikan, jika terbukti tempat tersebut melakukan kegiatan berkerumun meski dalam jam operasional, tetap akan ada sanksi yang pihaknya siapkan.

"Tapi kalau selama praktiknya tidak physical distancing atau tidak melakukan protokol kesehatan, tetap itu melanggar, dong. Kan harus jaga jarak, hindari kerumunan, itu harus dilakukan. Makanya nanti kita akan cek lagi," jelasnya.

Menurutnya, jika terbukti, izin usaha tempat tersebut akan segera dicabut. Untuk itu, Alfian mengatakan akan segera melaporkan kepada Wali Kota Bekasi untuk pemberian sanksi jika nantinya tempat tersebut terbukti melanggar aturan protokol kesehatan.

"Nanti itu kalau terbukti, akan saya cabut izinnya. Saya akan lapor ke Pak Wali Kota. Bukti-bukti autentik banyak kok di media, banyak keluar tuh. Tinggal kita cari saksi-saksi kan. Nanti kita akan operasi kita cek langsung, ya," pungkasnya.

(dkp/dkp)