Bedah Buku, Dede Yusuf Ungkap 5 Jurus Atasi Masalah Tenaga Kerja di RI

Nurcholis Maarif - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 23:12 WIB
Anggota MPR RI Fraksi Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi menilai isu tenaga kerja Indonesia harus mendapatkan perhatian lebih seluruh elemen masyarakat.
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Anggota MPR RI Fraksi Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi menilai isu tenaga kerja Indonesia baik di dalam dan di luar negeri harus mendapatkan perhatian lebih seluruh elemen masyarakat, terutama pemerintah. Sebab masih banyak sekali permasalahan yang dihadapi para tenaga kerja yang belum juga terselesaikan.

"Antara lain, rendahnya upah, masuknya tenaga kerja asing, dan rendahnya pendidikan. Apalagi saat ini kita memasuki era bonus demografi, di mana angkatan kerja di Indonesia menjadi lebih besar. Jangan sampai ada ledakan tenaga kerja tapi minim lapangan kerja," kata Dede Yusuf dalam keterangannya, Jumat (25/9/2020).

Hal tersebut ia sampaikan saat hadir secara virtual di acara Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat sekaligus bedah buku karyanya berjudul 'Bersaing Atau Tenggelam: Indonesia Bukan Bangsa Kuli' di Bandung. Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan ada lima jurus yang diyakininya bisa menjadi solusi dari permasalahan tenaga kerja tersebut.

Pertama, beasiswa vokasional yang memberikan pendidikan kepada tenaga kerja agar menguasai pengetahuan dan keterampilan yang memiliki nilai ekonomis sesuai kebutuhan pasar. Kedua, sekolah binaan industri. Pemerintah mesti mengintegrasikan dunia pendidikan dengan pelaku usaha dan industri.

"Jurus selanjutnya adalah sertifikasi kompetensi, rangsangan ekonomi kreatif dan gerakan pencerahan. Intinya adalah fokus kepada peningkatan sumber daya manusia Indonesia agar lebih kompeten memenuhi pasar kerja di dalam negeri juga mampu bersaing secara global," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Humas Setjen MPR Siti Fauziah menyampaikan tema acara sangat berkualitas dan menggugah untuk dibahas. Menurutnya, setiap pembahasan permasalahan bangsa yang pada akhirnya lahir solusi patut diapresiasi.

"Acara saat ini juga bertujuan ke arah itu. Dan saya harap, acara ini akan memberikan manfaat, menambah pengetahuan bagi kita semua," katanya.

Terkait acara Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat, ia juga menyampaikan kegiatan tersebut adalah program rutin periodik yang digagas Perpustakaan Biro Humas Sekretariat Jenderal MPR RI dengan agenda bedah buku-buku yang berbobot dan berkualitas.

Acara tersebut dipadu dengan diskusi seru dan interaktif bersama para narasumber yang juga berkualitas dengan tema diskusi berkaitan erat dengan buku yang dibedah.

Sebagai informasi, hadir dalam acara tersebut Kepala Biro Humas Setjen MPR RI Siti Fauziah, Tenaga Ahli DPR M. Akhiri Khailuki, Dosen ITB Dr. Epin Saepudin, Sekjen Asia Afrika Reading Club (AARC) Hermawan Wahyudin, dan para peserta perwakilan dari AARC, Forum Literasi Bandung, Sahabat Museum Sri Baduga, Yayasan Al Hanifah dan Sahabat Museum Konferensi Asia Afrika Bandung.

(akn/ega)