MPR Ajak Semua Komponen Masyarakat Terlibat Aktif Atasi Pandemi

Abu Ubaidillah - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 22:04 WIB
Lestari Moerdijat
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat mengajak seluruh komponen dan kelompok masyarakat terlibat secara aktif mengatasi pandemi, termasuk Korps HMI-Wati Himpunan Mahasiswa Islam (Kohati-HMI) untuk melakukan pendampingan bagi masyarakat yang terdampak COVID-19.

"Saya menilai Kohati-HMI sebagai salah satu organisasi kepemudaan memiliki kekuatan yang luar biasa, saya yakin bila kita bergandengan tangan bersama-sama kita mampu mengatasi dampak pandemi ini," ujar Lestari atau yang akrab disapa Rerie ini dalam keterangannya, Jumat (25/9/2020).

Menurut Rerie, Kohati-HMI memiliki 26 cabang di seluruh Indonesia berpotensi menjadi penggerak untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan dengan kesadaran tinggi di masa pandemi COVID-19 yang terus meningkat dan bahkan angka kematian COVID-19 sudah menembus 10.000 orang.

Rerie mengatakan pandemi COVID-19 juga berdampak pada peningkatan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tidak hanya di Indonesia, bahkan secara global. Sekjen PBB, Antonio Guterres juga pernah mengatakan telah terjadi lonjakan laporan permintaan layanan perlindungan dari perempuan korban kekerasan di beberapa negara.

"Melihat kondisi saat ini kita harus turun dan aktif memberi pemahaman kepada masyarakat dalam menghadapi kenormalan baru. Karena ke depan harus ada perubahan sikap yang ekstrim, sehingga kita bisa survive pada kondisi pascapandemi COVID-19," kata Rerie.

Sementara itu, mantan dokter relawan di RS Wisma Atlet, dr. Amilah Arifin mengatakan dampak penyebaran virus Corona terhadap perempuan sangat signifikan, mengingat peran perempuan di setiap rumah tangga sangat besar. Selain itu menurutnya upaya pendampingan untuk warga terdampak COVID-19 sangat diperlukan.

"Seringkali warga terdampak COVID-19 tidak memiliki informasi yang cukup saat menghadapi dampak COVID-19. Padahal penanganan awal membutuhkan upaya yang segera," ungkapnya.

Direktur Kesiapan BNPB & Ketua Relawan Gugus Tugas COVID-19, Eny Supartini berpendapat generasi milenial yang memiliki skill tinggi dalam melakukan komunikasi bisa berperan sebagai agen perubahan untuk mengajak masyarakat melakukan perubahan menuju kebiasaan baru pada masa pandemi.

"Para milenial ini bisa menjadi filter dan memberi pesan moral dalam menanamkan pemahaman tentang kebiasaan baru yang harus diterapkan pada masa pandemi COVID-19," ujar Eny.

(akn/ega)