Cari Pasien Via Website, Calo Klinik Aborsi Jakpus Dapat Fee 50 Persen

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 22:54 WIB
Rekonstruksi klinik aborsi di Senen Jakarta Pusat
Polisi menggelar rekonstruksi kasus aborsi di klinik di Jakpus. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Polisi mengungkap adanya peran calo di klinik aborsi di Senen, Jakarta Pusat. Calo tersebut memasang iklan di sebuah website dan mendapatkan keuntungan sebesar 50 persen.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkapkan, di website klinik aborsi ini, nomor-nomor calo telah tersedia. Nantinya calo-calo tersebut yang akan mengantar warga yang hendak melakukan tindakan aborsi.

"Di sini kami temukan bahwa praktek aborsi di sini peran calo sangat besar. Kita melihat skema yang ada jaringan ini siapa pun pasien yang membuka web tersebut ternyata nomornya (calo) sudah tertera di situ. Baru mereka menghubungi tempat-tempat aborsi yang mereka ketahui," kata Calvijn di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2020).

Calvijn menjelaskan, tanpa keterlibatan calo, klinik aborsi di Jakarta Pusat ini sulit mendapatkan pasien. Atas peran besar tersebut, pembagian hasil uang dari tindakan aborsi diketahui para calon mendapatkan bagian yang paling besar.

"Yang jelas adalah apabila pasien ini datang dengan menggunakan website, pembagiannya adalah 50 persen untuk calo yang ada di website itu yang mengantarkan, dan 50 persen untuk pemilik aborsi," jelas Calvijn.

"Yang 50 persen sisa ini dibagi oleh tim pendukung dan pemilik tempat aborsi, 50 persen ini dibagi setelah masing-masing biaya diberikan oleh tim pendukung. Ada yang Rp 150 ribu sampai Rp 250 ribu," sambungnya.

Dia menambahkan, apabila warga datang ke klinik tersebut tanpa bantuan calo, para calo nantinya juga akan tetap mendapatkan bagian sebesar 40 persen.

"Artinya ternyata biaya untuk calo ini lebih besar daripada untuk tim yang melakukan tindakan aborsi yaitu oknum dokter dan petugas medis," pungkas Calvijn.

(mei/mei)