Hamil di Luar Nikah, Alasan Pasien Ini Aborsi di Klinik Jakpus

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 19:59 WIB
Rekonstruksi klinik aborsi di Senen Jakarta Pusat
Polisi melakukan rekonstruksi praktik aborsi ilegal di klinik di Senen, Jakpus. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Seorang perempuan inisial RS juga ditangkap polisi karena menggugurkan kandungannya di klinik di Jl Percetakan Negara III, Senen, Jakarta Pusat. RS menggugurkan kandungannya yang sudah berusia 5 minggu.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak mengungkapkan tersangka RS merupakan perempuan lajang dan bekerja di sebuah perusahaan swasta.

"Oh, belum berkeluarga. Dia karyawan swasta, bekerja, ya," kata Calvijn di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2020).

Calvijn mengungkapkan RS menggugurkan kandungannya itu karena hamil di luar nikah.

"Iya, karena itu (hamil) di luar pernikahan, ya," imbuh Calvijn.

Dalam gelar rekonstruksi, tersangka RS memperagakan adegan saat datang ke klinik tersebut pada Sabtu (9/9). RS kemudian membayar uang pendaftaran sebesar Rp 250 ribu dengan rincian Rp 200 ribu untuk pendaftaran dan Rp 50 ribu untuk cek USG.

"Adegan 15: pasien RS membayar uang Rp 250 ribu untuk Rp 200 ribu biaya pendaftaran. Rp 50 ribu untuk cek USG," kata Aipda Eko Tinus membacakan reka adegan.

Setelah melakukan cek USG, tersangka RS menyepakati harga biaya aborsi senilai Rp 4 juta. Biaya tersebut dibayar tunai saat itu oleh RS.

"Adegan 20: tersangka RS membayar biaya aborsi secara cash senilai Rp 4 juta ke tersangka MM," sebut Aipda Eko Tinus.

Janin yang masih berusia 5 minggu ini kemudian dibuang ke kloset kamar mandi oleh salah satu tersangka berinisial LL. Menurut Calvijn, proses penghilangan barang bukti dari klinik tersebut memang tidak melibatkan bahan-bahan kimia, melainkan langsung dibuang ke kamar mandi.

"Kemudian tahapan terakhir adalah tahapan terkait dengan penghilangan barang bukti. Penghilangan barang bukti di praktik ini dilakukan tanpa adanya bahan kimia, berbeda dengan TKP sebelumnya," jelas Calvijn.

"Ini bisa dibuktikan si asisten dokter ini membuang gumpalan darah yang merupakan hasil aborsi ke dalam toilet yang ada di ruang tindakan. Sehingga kami penyidik dibantu dengan tim labfor dan identifikasi membuka septic tank dan kami temukan apa yang dijadikan barang bukti tersebut," sambungnya.

(mei/mei)