Klinik Aborsi di Jakpus Bertarif Jutaan Rupiah, Layani 6 Pasien Per Hari

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 19:13 WIB
Rekonstruksi klinik aborsi di Senen Jakarta Pusat
Rekonstruksi klinik aborsi di Senen, Jakarta Pusat. (Yogi Ernes/detikcom)

Setelah melakukan pemeriksaan tersebut, tersangka RS membayar biaya tindakan aborsi Rp 4 juta. Tersangka RS membayar biaya aborsi tersebut secara tunai saat itu.

"Adegan 20: tersangka RS membayar biaya aborsi secara cash senilai 4 juta ke tersangka MM," kata Aipda Eko.

Polisi juga mengungkapkan tarif aborsi di klinik tersebut berkisar berbeda-beda. Hal tersebut didasari usia janin dalam kandungan.

Jika biaya kandungan di bawah 5 minggu, biaya aborsi akan dikenakan sebesar Rp 2 juta, dan Rp 4 juta jika usia janin di atas 5 minggu.

Dalam sehari, klinik ilegal ini bisa melayani 5-6 pasien. Keuntungan yang diraup klinik aborsi ini setiap hari sekitar Rp 10 juta.

"Dalam 1 hari itu kelompok ini bisa meraih untung Rp 10 juta dengan pembagian dokter dapat bagiannya 40 persen, kemudian nanti ada agennya sendiri, kemudian ada juga untuk pegawainya. Pegawainya dibayar Rp 250 ribu sehari. Tetapi Minggu tutup," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Rabu (23/9).

"Kalau kita hitung total dari 2017, kita kalikan kalau kita hitung berapa keuntungan yang diraup, itu ada sekitar Rp 10 miliar lebih. Dihitung dari 2017, ada 32 ribu lebih janin, (ada) 32.760 janin yang sudah digugurkan. Ini yang sudah kita hitung, masih kita dalami lagi," tambah Yusri.

Halaman

(mei/mei)