Miris! Putri Pak Hakim Usia 8 Tahun Diduga Diperkosa Kakek 71 Tahun

Andi Saputra, Deni Wahyono - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 18:41 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi pencabulan (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Jakarta -

Seorang anak usia 8 tahun diduga diperkosa oleh kakek usia 71 tahun. Mirisnya lagi, pria 71 tahun itu adalah ayah tiri si korban.

Cerita bermula saat hakim inisial B menikah pada 2011. Setahun setelahnya, lahir anak kembar berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Namun cobaan datang hingga keluarga itu bercerai.

"Pada 2016 kami cerai. Anak ikut istri," kata hakim B saat berbincang dengan detikcom, Jumat (25/9/2020).

Seiring dengan waktu, mantan istrinya menikah dengan pria yang lebih tua, yaitu berusia 71 tahun. Petaka mulai terjadi. Ternyata si ayah tiri diduga memperkosa anak yang duduk di kelas 2 SD itu.

"Mantan istri saya melaporkan ke Polres Pangkal Pinang pada 4 September 2020," ucap hakim B.

Awal terbongkarnya dugaan perkosaan itu ketika ibu korban sedang ke luar rumah. Saat pulang, ia mendapati kamar tidur terkunci dari dalam. Si ibu menggedor dan mendapati suaminya sedang berbuat tidak senonoh dengan anaknya. Si ayah tiri yang pantas jadi kakek korban itu mengaku khilaf.

"Lalu dibuat visum dan hasilnya sudah diserahkan ke polisi," ujar hakim B.

Hakim B berharap kasus yang menimpa putrinya segera diusut tuntas. Hakim B mengakui akibat kasus itu, putri tercintanya traumatik.

"Keceriaannya hilang. Sangat trauma. Biasanya riang, kini pendiam. Kalau ada tamu, dia takut dan masuk kamar," tutur hakim B.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra, membenarkan bahwa orang tua korban sudah membuat laporan ke Mapolres Pangkalpinang.

"Orang tua korban benar sudah melaporkan dan sudah kita proses penyelidikan dan kita tindak lanjuti," kata Kasat.

Menurutnya, karena kasus ini pencabulan anak di bawah umur, penyidik sangat berhati-hati. "Tidak boleh vulgar karena menyangkut masa depan atau privasi si korban," tegas Adi Putra.

Adi mengatakan pihaknya tengah menangani kasus ini. Informasi lebih detail akan disampaikan setelah proses penyelidikan menemukan bukti pelanggaran pidana.

"Biarkan penyidik PPA kami berkonsentrasi menangani kasus ini sampai tuntas," tuturnya.

Tonton juga 'Nahas Bocah Perempuan di Bima: Diperkosa, Dibunuh, Lalu Digantung!':

[Gambas:Video 20detik]

(asp/jbr)