Total 6 Penambang Timah Tertimbun Longsor di Bangka Belitung Tewas

Deni Wahyono - detikNews
Minggu, 30 Agu 2020 10:53 WIB
Evakuasi penambang timah yang tewas tertimbun longsor di Babel (Dok. Basarnas)
Evakuasi penambang timah yang tewas tertimbun longsor di Babel (Dok. Basarnas)
Bangka Tengah -

Seluruh korban tanah longsor di area tambang timah Sarang Ikan, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung (Babel), berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan. Ketiga korban terakhir ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban adalah Yanto (36), warga Gedung Harapan, Lampung Utara, ditemukan tim SAR pada Sabtu (29/8) pukul 23.50 WIB, Dedi (28), warga Desa Lubuk Besar, pukul 01.00 WIB dan Aldi (26), warga Desa Batu Beriga.

"Ditemukan di kedalaman 7 meter oleh tim SAR. Kondisinya meninggal dunia," jelas Kepala Basarnas Babel, Fazzli, kepada detikcom, Minggu (30/8/2020).

Menurut Fazzli, jenazah korban ditemukan dengan posisi tengkurap dan telentang tertimpa material longsoran tanah yang ditambang. Dalam proses pencarian dan evakuasi, tim SAR dibantu 3 alat berat ekskavator atau PC.

"Kalau posisi melihat tempat kejadian (TKP) mereka mau melarikan diri, tapi tidak sempat karena kejadian (longsor) sangat cepat," katanya.

Semua jenazah korban dievakuasi ke puskesmas Lubuk Kabupaten, Bangka Tengah. Dengan ditemukan jenazah terakhir, yakni Dedi (28) pukul 01.50 WIB, Minggu dini hari, operasi pencarian dan evakuasi laka tambang timah dihentikan.

"Seluruh korban sudah ditemukan, maka operasi ini akan saya usulkan untuk ditutup, selanjutnya tim yang terlibat dapat kembali ke satuannya masing-masing, saya mengucapkan banyak terima kasih atas semua bantuan dari rekan-rekan," tambahnya.

Musibah tanah longsor area penambangan timah Sarang Ikan, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung, terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, Sabtu (29/8).

Keenam korban tertimbun saat sedang beraktivitas mencari bijih timah. Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, tanah di kawasan tersebut tiba-tiba longsor dan seketika menimpa para korban, termasuk satu unit alat berat.

(gbr/gbr)