PN Jaksel Izinkan Ruslan Buton Hadiri Pemakaman Istri di Bandung

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 14:43 WIB
Pecatan TNI Ruslan Buton Ditangkap Polisi
Ruslan Buton saat dijemput polisi. (dok. Istimewa)
Jakarta -

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) memberikan izin kepada terdakwa kasus ujaran kebencian, Ruslan Buton, untuk menghadiri pemakaman istrinya yang meninggal dunia. Ruslan akan berangkat ke Bandung hari ini.

"Iya sudah dibuat penetapannya, demi kemanusiaan," kata pejabat Humas PN Jaksel, Haruno Patriadi, saat dihubungi, Jumat (25/9/2020).

Izin tersebut tertuang dalam surat penetapan majelis hakim nomor 845/Pid.Sus/2020/PN.Jkt.Sel. Isi surat penetapan itu mengabulkan permohonan tim penasihat hukum terdakwa dengan alasan demi kemanusiaan.

Selain itu, hakim memerintahkan agar terdakwa didampingi pengawalan petugas hingga dikembalikan lagi ke Rutan Bareskrim. Izin tersebut diberikan sejak Jumat, 25 September, pukul 14.00 hingga Senin, 28 September.

"Menetapkan memberi izin kepada terdakwa Ruslan Buton bin La Mudjuni tersebut karena istrinya meninggal dunia," bunyi surat penetapan majelis hakim itu.

Adapun surat penetapan itu ditetapkan pada Jumat (25/9). Serta ditandatangani oleh hakim ketua majelis Dedy Hermawan serta hakim anggota majelis Ratmoho dan Haruno Patriadi.

Sementara itu, pengacara Ruslan, Tonin Tachta, mengatakan jaksa akan mengantar Ruslan ke Bandung siang ini. Ruslan akan dikeluarkan dari Rutan Bareskrim.

"Sekarang urusan jaksa mengantar Ruslan ke Bandung," kata Tonin, dihubungi terpisah.

Sebelumnya diberitakan, istri terdakwa kasus ujaran kebencian, Ruslan Buton, meninggal dunia. Ruslan Buton akan mengajukan izin untuk menghadiri pemakaman istrinya.

"Telah berpulang ke rahmatullah Ny Erna adalah istri Ruslan Buton pada hari Jumat tadi pagi tanggal 25 September 2020 di Bandung karena sakit," kata pengacara Ruslan, Tonin Tachta, dalam keterangannya, Jumat (25/9).

Tonin mengatakan istri terdakwa menderita sakit keras dan akan dimakamkan di Bandung. Ia menyebut saat ini sedang berkoordinasi untuk mengajukan izin agar Ruslan dapat menghadiri pemakaman istrinya.

Diketahui, jaksa mendakwa Ruslan Buton berbuat onar dan melakukan ujaran kebencian. Ruslan didakwa dengan 3 pasal karena membuat surat terbuka ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ruslan didakwa melakukan ujaran kebencian hingga menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dan dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat.

Dalam kasus ini, Ruslan Buton, yang merupakan pecatan TNI, ditangkap setelah membuat heboh dengan meminta Presiden Jokowi mundur lewat surat terbuka. Ruslan ditangkap di kediamannya di Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Kamis (28/5) waktu setempat.

Tonton juga 'Sidang Perdana Ruslan Buton Digelar di PN Jaksel':

[Gambas:Video 20detik]

(yld/fjp)