Eks Hakim PN Jaksel Ajukan PK Vonis 4,5 Tahun Penjara di Kasus Suap

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 12:57 WIB
Hakim PN Jakarta Selatan Iswahyu Widodo menyesali perbuatan menerima uang Rp 90 juta dari rekannya Irwan. Uang tersebut diterima untuk menghindari pertengkaran dengan Irwan.
Ilustrasi eks hakim PN Jaksel, Iswahyu Widodo, saat menjalani sidang. (Faiq/detikcom)
Jakarta -

Dua mantan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Iswahyu Widodo dan Irwan, dihukum 4,5 tahun penjara karena korupsi dengan menerima suap. Iswahyu kini memilih mengajukan permohonan peninjauan kembali (PK).

Untuk diketahui, makelar kasus dalam kasus itu, Panitera Pengganti PN Jaktim, M Ramadhan, disunat hukumannya dari 4,5 tahun penjara jadi 2 tahun penjara di tingkat PK.

Dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (SIPP PN Jakpus), Jumat (25/9/2020), PK Iswahyu sudah diajukan pada 20 Juni 2020. Adapun Irwan hingga saat ini belum terdaftar mengajukan PK.

Sebagaimana dikutip dari berkas putusan PN Jakpus, kasus bermula sejak KPK melakukan serangkaian OTT di PN Jaksel pada 2018. Saat itu, ditangkap Ramadhan dengan pengacara Arif.

Sejatinya, Ramadhan saat itu sudah dimutasi ke PN Jaktim. Tapi karena pernah bertugas lama di PN Jaksel, ia diyakini para pihak bisa mengkondisikan proses perkara perdata dengan imbalan sejumlah uang.

Perkara yang dimaksudkan adalah sengketa perdata soal pertambangan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Bisnis pertambangan itu pecah kongsi hingga masuk ke pengadilan.

Awalnya sengketa digelar digelar di PN Makassar. Tapi pada majelis PN Makassar menyatakan tidak berwenang mengadili karena pihak bersengketa berdomisili di Jaksel.

Salah satu pihak, Martin Silitonga, sengketa mendorong perkara diadili kembali di PN Jaksel. Majelis kemudian dibentuk yang terdiri atas Iswahyu, Irwan, dan Achmad Guntur.

Martin mengusulkan agar pengacaranya, Arif Fitriawan 'mengurus' kepada majelis hakim. Pengacaranya kemudian menghubungi Ramadhan.

Sepekan sebelum putusan sela, Ramadhan bertemu Iswahyu dan Irwan di RM Kuri-kuri Ampera Raya, Jaksel.

"Duitnya berapa?" tanya Irwan.

"Rp 150 juta," kata Ramadhan.

Selanjutnya
Halaman
1 2