Djoko Tjandra Percaya Pinangki karena Action Plan Menarik

Wilda Nufus - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 22:02 WIB
Susilo Aribowo
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra awalnya mengaku percaya jaksa Pinangki Sirna Malasari bisa mengurus fatwa Mahkamah Agung (MA). Djoko Tjandra menilai action plan Pinangki menarik.

"Karena action plan-nya menarik. Menarik karena ini urusan fatwa," kata kuasa hukum Djoko Tjandra, Soesilo Aribowo, kepada wartawan di Gedung Bundar Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Namun, menurut Susilo, Djoko Tjandra berubah pikiran. Djoko Tjandra kemudian menilai action plan Pinangki tidak masuk akal.

"Setelah berpikir-pikir, action plan-nya kok nggak masuk akal gitu," ujar Soesilo.

Akhirnya, kata Soesilo, kliennya pun menolak action plan itu. Hal tersebut terjadi atas pertimbangan Djoko Tjandra, yang ragu apakah rencana fatwa MA ini akan berjalan mulus.

"Baru dibaca karena nggak setuju, ditolak. Ya pada akhirnya dia berpikir apakah bisa dengan fatwa gitu lho, apakah itu bisa dilakukan dengan fatwa," tandasnya.

Diketahui, jaksa mengungkapkan adanya 'action plan' yang disusun Pinangki Sirna Malasari untuk Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. 'Action plan' itu memuat 10 rencana aksi agar Djoko Tjandra mendapatkan fatwa dari Mahkamah Agung (MA) untuk lolos dari jerat pidana.

Hal itu terungkap dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (23/9). Pinangki menyusun 'action plan' itu bersama seorang swasta atas nama Andi Irfan Jaya, lantas bersama-sama dengan Anita Dewi Anggraeni Kolopaking yang merupakan seorang pengacara bertemu dengan Djoko Tjandra di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 25 November 2019.

Berikut 10 langkah dalam action plan itu seperti disampaikan jaksa:

Selanjutnya
Halaman
1 2