Djoko Tjandra Kenal Andi Irfan karena Tak Mau Bertransaksi dengan Jaksa

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 20:47 WIB
Tersangka skandal suap Djoko Tjandra-Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Andi Irfan Jaya (AIJ) selesai menjalani pemeriksaan di KPK. Andi Irfan bungkam.
Andi Irfan Jaya (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) memberi penjelasan soal perkenalan Joko Sugiarto Tjandra alias Djoko Tjandra dengan teman dekat jaksa Pinangki Sirna Malasari, Andi Irfan Jaya. Perkenalan keduanya disebut karena Djoko Tjandra tidak mau berurusan dengan pegawai negeri.

"Kemudian bagaimana Irfan berkenalan dengan Djoko Tjandra? Memang Irfan belakangan muncul itu memang atas permintaan Djoko Tjandra, dalam arti bahwa Djoko Tjandra tidak mau bertransaksi dengan pegawai negeri, dalam hal ini adalah jaksa. Dia maunya bertransaksi dengan swasta," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Ali Mukartono dalam rapat bersama Komisi III DPR, Kamis (24/9/2020).

Pengenalan Irfan ke Djoko Tjandra terjadi di pertemuan keduanya bersama Rahmat dan Anita Kolopaking. Pada pertemuan ketiga, barulah Pinangki mengajak Andi Irfan bertemu dengan Djoko Tjandra di Malaysia.

"Ini pertemuan yang kedua antara Djoko Tjandra, Rahmat, dengan dibarengi Anita selaku pengacara. Oleh karena itu, pada pertemuan ketiga, Pinangki membawa Irfan ke Malaysia yang sudah dikenalnya. Menurut informasi dari sopirnya Pinangki, sudah sekitar 5-6 tahun (Irfan) sudah dikenal oleh Pinangki. Inilah perkenalan antara Irfan dengan Djoko Tjandra di Malaysia," ungkap Ali.

Seperti diketahui, nama Andi Irfan Jaya terseret dalam pusaran kasus Djoko Tjandra dan Pinangki Sirna Malasari. Andi Irfan disebut sebagai teman dekat Pinangki yang menjadi perantara suap. Andi Irfan Jaya ditetapkan sebagai tersangka sejak Rabu (2/9) lalu dan langsung ditahan di Rutan KPK.

Dalam skandal suap ini, Djoko Tjandra diduga memberikan suap kepada Pinangki, yang menjanjikan pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA) agar bebas dari eksekusi hukuman pidana dalam perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali. Andi Irfan Jaya diduga sebagai perantara suap dari Djoko Tjandra ke Pinangki.

(azr/jbr)