Kejagung: Teman Dekat Pinangki Buang Ponsel ke Pantai Losari karena Ketakutan

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 20:48 WIB
Tersangka skandal suap Djoko Tjandra-Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Andi Irfan Jaya (AIJ) selesai menjalani pemeriksaan di KPK. Andi Irfan bungkam.
Andi Irfan Jaya, seorang yang disebut dekat dengan Pinangki Sirna Malasari yang juga tersangka kasus suap dari Djoko Tjandra. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendapat informasi Andi Irfan Jaya menghilangkan handphone-nya ke laut untuk menghilangkan alat bukti di pusaran kasus Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap Andi Irfan telah mengaku dirinya sengaja membuang HP ke laut.

"Kemudian terkait handphone-nya Irfan. Benar bahwa hasil pemeriksaan yang bersangkutan mengatakan bahwa HP dibuang di Pantai Losari," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Ali Mukartono dalam rapat bersama Komisi III DPR, Kamis (24/9/2020).

Menurut Ali, HP tersebut bukan hilang, melainkan dibuang oleh Andi Irfan. Alasannya, Andi Irfan merasa ketakutan.

"Bukan hilang, ngaku dibuang, ya karena ketakutan. Tapi tidak punya alasan kenapa takut," ungkapnya.

Pihak Kejagung sendiri telah melakukan penggeledahan di kediaman Andi Irfan. Namun, HP tersebut tak ditemukan saat penggeledahan.

"Dan ini sudah dilakukan penggeledahan, baik di tempat tinggalnya di Sulawesi Selatan dan juga ada (tempat) singgahnya di Jakarta, dan itu tidak ditemukan HP yang bersangkutan," jelasnya.

Sebelumnya, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengaku mendapat informasi bahwa Andi Irfan Jaya telah menghilangkan alat bukti berupa sebuah ponsel ke Laut Losari, Makassar, Sulawesi Selatan. Ponsel tersebut dibuang diduga untuk menghilangkan bukti percakapannya dengan Djoko Tjandra.

"Berdasar informasi, AIJ telah membuang handphone yang dimilikinya dan dipakai pada bulan November 2019 hingga Agustus 2020 berupa handphone merek iPhone 8 yang diduga telah dibuang di laut Losari, waktu pembuangan handphone diduga sekitar bulan Juli-Agustus 2020," kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, dalam keterangan pers tertulis, Selasa (22/9).

"Handphone tersebut diduga berisi percakapan AIJ dengan PSM dan JST terkait rencana permohonan fatwa perkara JST dan diduga berisi action plan pengurusan fatwa beserta upah jika berhasil mengurus fatwa," tutur Boyamin.

(azr/dhn)