Ada Anak Berkebutuhan Khusus Penuh Lebam di Mobil Penabrak di Operasi Yustisi

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 19:20 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi penganiayaan (dok. Istimewa)
Jakarta -

Polisi mengamankan IBC (50), pria pengemudi mobil yang menabrak petugas Satpol PP berinisial JR (36) dalam operasi yustisi di Cakung, Jakarta Timur. Saat diamankan, pelaku bersama anaknya yang masih berusia 10 tahun dengan kondisi tubuh penuh luka lebam.

"Ketika pemeriksaan berlangsung kami memang misahkan si bapak dan anaknya. Di situ kami melihat di anak tersebut adanya luka lebam dan beberapa luka bakar akibat sundutan rokok," kata Kapolsek Cakung Kompol Satria ketika dihubungi wartawan, Kamis (24/9/2020).

Satria mengatakan anak tersebut merupakan anak berkebutuhan khusus. Saat ditemui petugas, Satria menyebutkan kondisi anak tersebut seperti tidak terurus.

"Bisa dilihat dari kukunya yang panjang dan fisiknya agak lemah karena kurang minum dan makan. Dan beberapa ciri lainnya yang terlihat adanya bekas kekerasan pada anak tersebut. Luka lebamnya ada di paha, ada di badan. Jadi ketika kita coba bantu dia ganti baju karena dia anak berkebutuhan khusus dia tidak bisa ya, jadi dari situ kita baru bisa lihat (luka lebamnya)," terang Satria.

Terkait sejak kapan luka tersebut dialami oleh anak tersebut, Satria belum bisa memastikannya. Dia mengatakan saat ini anak tersebut telah dititipkan di Suku Dinas Sosial Jakarta Timur.

"Saya akan menunggu laporan dari Sudin yang menangani anak tersebut. Sekarang sudah ditangani Sudin Sosial," imbuh Satria.

Satria menambahkan anak tersebut memang diketahui tinggal berdua saja bersama ayahnya. Saat ini polisi masih mencari ibu kandung anak tersebut.

"Kalau untuk anaknya kami menunggu apa setelah konseling anak itu bisa dikembalikan atau hak asuhnya berpindah ke ibu atau keluarga yang lain," ujarnya.

Terkait temuan indikasi adanya kekerasan terhadap anak, Satria mengatakan pihaknya telah menyiapkan pasal berlapis bagi ayah korban. Pasal tersebut adalah Pasal 212 KUHP atas tindakan melawan petugas, serta Pasal 80 tentang UU Perlindungan Anak. Namun, pemeriksaan dugaan pidana itu menunggu hasil pemeriksaan IBC di RS Polri.

"Untuk tindak pidana sudah ada karena dia melawan petugas yang sedang melawan tugasnya. Setelah kita kembangkan juga ada kekerasan terhadap anak. Tetapi hasil pemeriksaan kita melihat adanya gangguan jiwa kepada pelaku, kami rujuk ke RS Polri dan kami menunggu hasil apa pelaku itu bisa dikenakan hukum yang dilanggar," terang Satria.

Diberitakan sebelumnya, polisi telah mengamankan IBC (50), pengemudi mobil yang menabrak seorang Satpol PP berinisial JR (36) yang tengah bertugas menindak pelanggar operasi yustisi. Namun, dari hasil pemeriksaan, ditemukan indikasi pelaku memiliki kondisi gangguan jiwa.

"Dari pemeriksaan pelaku di Unit Reskrim Polsek Cakung untuk pelaku inisial IBC (50) saat ini kami rujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati karena kami menduga adanya indikasi gangguan jiwa," pungkas Satria.

(mei/mei)