Arteria Pertanyakan Isu Cleaning Service 'Tajir' Saksi Kebakaran Kejagung

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 15:30 WIB
Mobil BMW tipe SUV X5 milik Jaksa Pinangki Sirna Malasari disita Kejaksaan Agung (Kejagung).
Arteria Dahlan (Rahel Narda/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi III F-PDIP Arteria Dahlan mencecar Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin soal petugas kebersihan atau cleaning service yang menjadi saksi dalam kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung. Arteria mempertanyakan kebenaran isu rekening cleaning service itu berisi lebih dari Rp 100 juta.

Hal itu disampaikan Arteria dalam rapat Komisi III bersama Jaksa Agung, Kamis (24/9/2020). Arteria awalnya meminta Burhanuddin berhati-hati dalam penanganan kasus kebakaran ini.

"Kami juga ingin Pak Jaksa Agung harus hati-hati. Ini tidak hanya sekadar penegakan hukum. Pak Jaksa Agung, ini namanya jabatan politik, ini harus hati-hati terkait dengan olah TKP, prarekonstruksi, CCTV yang sudah diberikan barang bukti, dan 131 saksi," kata Arteria.

Arteria lalu mempertanyakan soal informasi petugas cleaning service yang punya rekening ratusan juta rupiah. Ia juga menyinggung bagaimana petugas cleaning service ini bisa memiliki akses ke lantai 6 yang menjadi titik awal api kebakaran.

"Saya ingin sampaikan begini Pak Jaksa Agung, ada anak cleaning service yang diperiksa, banyak. Saya ingin sampaikan apakah mungkin, tolong nanti Bapak hati-hati, ada tidak manipulasi keterangan? Jaksa Agung harus curiga. Ada satu cleaning service, dia orang kerja di lantai bawah, di lantai dasar, kok bisa punya akses ke lantai 6, yang ditengarai dia itu tidak hanya cleaning service, bisa berbuat sesuatu," ujar Arteria.

"Apa benar, dicek juga, Pak, rekening uangnya itu di atas Rp 100 juta tuh cleaning service? Apa benar, saya hanya bertanya, kalau dia diperiksa selalu didampingi oleh anak buahnya mantan JAM-lah gitu?" lanjut dia.

Tak hanya itu, Arteria juga menanyakan apakah saksi cleaning service tersebut digunduli. Ia meminta Jaksa Agung mencermati setiap proses hukum kasus kebakaran tersebut.

"Apa benar, Pak ada penampilan baru yang bersangkutan dibotakin? Kalau dibotakin hati-hati, Pak, sulit kalau mau cek DNA rambutnya sudah plontos. Harusnya Pak Jaksa Agung jangan terlalu percaya orang, harus diatensi dan dicermati setiap proses hukum yang terkait dengan kebakaran," ungkapnya.

Arteria meminta jajaran Kejagung mengungkap aktor di balik kebakaran gedung utama tersebut. Hal itu, menurutnya, untuk menghindari spekulasi yang berkembang di publik.

"Pak Jaksa Agung orang baik, nggak tahu mana yang bahaya dan tidak bahaya dan menganggap semua orang baik. Kami juga minta betul untuk diusut siapa yang melakukan, katanya polisi kan ada, siapa yang membantu melakukan, siapa aktor intelektual, apa karena kesengajaan atau kelalaian atau kesalahan dan seperti apa. Ini tolong lah biar kita tidak terlalu lama spekulasi kebakaran itu sabotase atau apa," tandasnya.

(azr/gbr)