Muncul Klaster Pernikahan, Pakar: Resepsi di Gedung-Restoran Risikonya Tinggi

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 08:50 WIB
Momen pernikahan massal dalam rangka HUT RI digelar di pantai Cemara Sewu, Yogyakarta. Wajah semringah terpancar dari para pasangan.
Ilustrasi pernikahan di tengah pandemi Corona (Getty Images/Ulet Ifansasti)
Jakarta -

Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 mengungkap adanya klaster baru penyebaran virus Corona di DKI, yakni klaster pernikahan. Pakar epidemiologi Pandu Riono meminta masyarakat untuk melangsungkan pernikahan hanya di Kantor Urusan Agama (KUA) dan disiarkan secara daring agar menghindari kerumunan.

"Jangan bikin (resepsi) di gedung, restoran," ujar Pandu ketika dihubungi detikcom, Rabu (23/9/2020).

"Menikah kan cukup saksi sama yang mempelainya di kantor urusan agama kan sudah. Yang lainnya bisa menyaksikan lewat TV, jarak jauh daring, jadi menikah daring," lanjutnya.

Ia menyebutkan sebaiknya resepsi pernikahan di ruang tertutup seperti gedung lebih baik dilarang oleh pemerintah. Sebab, penularan Corona diyakini masif di dalam gedung.

Hal itu terjadi karena tamu yang datang ke resepsi pernikahan berpotensi menimbulkan kerumunan. Lalu juga akan terjadi interaksi antar tamu dengan tamu lainnya sehingga menyebarkan droplet.

"Siapa yang jamin pakai masker, nggak ada yang bisa menjamin, pertama kan orang makan, pasti masker dibuka, masa ketemu orang nggak ngobrol. Kedua kalau ada yang merokok, buka masker, walau di ruang terbuka. Ketiga kalau ruangannya kecil, kan panas, kalau ruangannya besar kan juga bisa berisiko, kalau tidak bisa menjamin lebih baik, tidak boleh melaksanakan dengan resepsi, pernikahan hanya di kantor agama," kata Pandu.

"Kalau menurut saya tidak usah (ada resepsi), nggak boleh sama sekali, karena risikonya tinggi. Kalaupun dibatasi (jumlah tamu), siapa yang bisa jamin akan datang segitu," tutur Pandu.

Sebelumnya, Satgas COVID-19 mengungkapkan klaster-klaster baru penyebaran virus Corona di DKI Jakarta. Salah satunya ada kemunculan klaster baru seperti kegiatan pernikahan. Pesta pernikahan berpotensi jadi tempat penularan Corona.

"Kegiatan pernikahan juga udah mulai muncul sekarang. Sudah ada 25 orang terinfeksi, walaupun kecil ya, tapi tetap ini sebuah kegiatan yang berpotensi jadi tempat penularan," ujar Tim Pakar Satgas COVID-19, dr Dewi Nur Aisyah.

(isa/idn)