Polisi Bubarkan Pendukung Paslon SUKA yang Demo hingga Malam-Blokir Jalan

Faruk - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 21:24 WIB
Polisi membubarkan pendukung pasangan Syaifurrahman dan Ika Risky Veriyani (SUKA)  yang demo menolak keputusan KPU Dompu (Faruk/detikcom)
Polisi membubarkan pendukung pasangan Syaifurrahman dan Ika Risky Veriyani (SUKA) yang demo menolak keputusan KPU Dompu. (Faruk/detikcom)
Dompu -

Pendukung pasangan Syaifurrahman dan Ika Risky Veriyani (SUKA) menggelar aksi demo menolak keputusan KPU Dompu karena jagoannya dianggap tak memenuhi syarat. Polisi membubarkan massa karena demo digelar hingga malam.

Pantauan detikcom, massa sempat memblokade jalan di beberapa titik sejak petang tadi. Untuk membubarkan massa, polisi pun menembakkan gas air mata.

Massa mulai berkumpul pada sore tadi. Aksi mereka dimulai dengan memblokade jalan di depan rumah calon wakil bupati mereka, yakni H Syaifirahman. Selain memblokade jalan, mereka pun melakukan orasi secara bergantian.

Selain di depan rumah Syaifurrahman, massa pendukung melakukan aksi di depan rumah Ketua DPC Partai Golkar. Di sini massa aksi memblokade jalan provinsi dengan menggunakan batu hingga kayu.

"Bubar semua, jangan blokir jalan. Biarkan mereka (penggunaan jalan) lewat," tegas polisi kepada massa aksi.

Karena massa ngotot, polisi pun membuka paksa jalan yang diblokade. Gas air mata ditembakkan. Massa sempat kocar-kacir karena dikejar polisi.

Polisi membubarkan pendukung pasangan Syaifurrahman dan Ika Risky Veriyani (SUKA)  yang demo menolak keputusan KPU Dompu (Faruk/detikcom)Polisi menembakkan gas air mata karena massa tak membubarkan diri hingga memblokade jalan. (Faruk/detikcom)



Aksi massa pun berlanjut di perempatan Cabang Cakre, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Massa mulai berkonsentrasi sejak pukul 18.00 Wita.

Massa memblokade jalan di ruas tersebut menggunakan batu kayu dan membakar ban bekas. Hingga kini mereka masih terus melakukan aksi.

Polisi dengan senjata lengkap turut berjaga di lokasi aksi. Satu unit mobil water cannon dikerahkan. Polisi kembali menembakkan gas air mata sekitar pukul 18.30 Wita.

Pada pukul 21.52 Wita, massa aksi sudah membubarkan diri. Terlihat hanya beberapa orang yang masih bertahan di lokasi.

Selain itu, terlihat di sepanjang jalur kota, tepatnya di Kelurahan Kandai 2, Kecamatan Woja, jalan masih diblokade menggunakan batu, kayu, dan batang pohon yang ditebang.

(jbr/jbr)