Polda Aceh Musnahkan 80 Kg Sabu-Bakar 372 Kg Ganja

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 14:37 WIB
Polda Aceh memusnahkan barang bukti narkoba.
Pemusnahan barang bukti narkoba (Foto: Agus Setyadi-detikcom)
Banda Aceh -

Polda Aceh memusnahkan 80 Kg sabu serta 27.400 butir pil ekstasi. Narkoba tersebut disita dari 12 tersangka di sejumlah lokasi di Tanah Rencong.

Pemusnahan barang bukti narkoba digelar di Mapolda Aceh, Rabu (23/9/2020). Sabu dan ekstasi dimusnahkan dengan cara diaduk menggunakan molen pengaduk semen.

Sementara ganja sebanyak 372 Kg dimusnahkan dengan cara dibakar. Proses pemusnahan dipimpin Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widada serta dihadiri sejumlah pejabat.

Dirresrnarkoba Polda Aceh, Kombes Ade Sapari, mengatakan barang bukti sabu tersebut berasal dari penangkapan yang dilakukan Ditresnarkoba sebanyak 37 Kg, Polresta Banda Aceh sekitar 2 Kg, Polres Langsa 1 Kg dan Polres Aceh Tamiang 39 Kg. Sedangkan 27.400 butir ekstasi merupakan hasil tangkapan Polres Aceh Tamiang.

"Jumlah tersangka semuanya ada 12 orang," kata Ade.

Ade mengatakan barang bukti sabu tersebut dipasok dari luar negeri lewat jalur segitiga emas. Narkoba tersebut rencananya hendak diedarkan ke luar Aceh.

"Di Aceh hanya tempat transit. Sabu itu mau dibawa ke luar," ujar Ade.

Kapolda Aceh Irjen Wahyu mengatakan penggunaan narkoba saat pandemi COVID-19 sangat berbahaya terhadap imunitas tubuh. Para bandar juga mempengaruhi masyarakat terdampak Corona untuk mengkonsumsi narkoba.

"Bahaya lainnya (dari narkoba) yaitu para pengedar narkoba akan memanfaatkan situasi kondisi kalangan pemuda, pelajar, mahasiswa, karyawan dan masyarakat yang terdampak akibat pandemi untuk ikut terjerumus dalam peredaran dan penyalahgunaan narkoba," kata Wahyu.

Polda Aceh, kata Wahyu, bakal berupaya mencegah peredaran narkoba. Operasi di jalur-jalur penyelundupan narkoba bakal rutin digelar.

"Keberhasilan yang sudah kita capai ini merupakan langkah nyata perang terhadap narkoba dan upaya menyelamatkan generasi penerus kita. Kepolisian Daerah Aceh tidak akan pernah berhenti dan akan selalu meningkatkan intensitas pemberantasan perdagangan ilegal dan penyalahgunaan narkoba," ujar Wahyu.

(agse/haf)