TNI Terjunkan Tim Investigasi Usut Kasus Penembakan Pendeta di Papua

Ilman - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 08:42 WIB
Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria
Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria, Foto: Istimew
Jakarta -

Investigasi soal pelaku penembakan terhadap Pendeta Yeremia Zanambani yang tewas di Papua terus dilakukan. TNI menerjunkan tim investigasi ke Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, lokasi tertembaknya Yeremia.

"Tim sudah berangkat sejak Hari Minggu langsung ke Distrik Hitadipa Kab. Intan Jaya untuk melaksanakan pendalaman dan investigasi terhadap insiden tertembaknya Pendeta Yeremia Zanambani," ujar Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria melalui keterangan tertulisnya, Rabu (23/9/2020).

Dalam kesempatan itu, Reza mendoakan agar segala amal ibadah almarhum diterima Tuhan Yang Maha Kuasa. Reza berharap, situasi di Kabupaten Intan Jaya semain kondusif.

"Kita doakan bersama semoga Almarhum Pendeta Yermia Zanambani diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan semoga situasi di Kab. Intan Jaya semakin kondusif, sehingga pembangunan dapat dilanjutkan," ucap Reza.

Untuk diketahui, Pendeta Yeremia Zanambani meninggal dunia usai ditembak oleh anggota KKSB di Hitadipa, Papua. TNI menyebut tindakan KKSB itu untuk mencari perhatian menjelang sidang utama PBB.

Kapen Kogabwilhan III, Kol Czi IGN Suriastawa, mengatakan para anggota KKSB itu telah menyebar fitnah bahwa TNI telah melakukan penembakan. Padahal faktanya, kata Suriastawa, penembakan itu dilakukan oleh KKSB.

"Seperti yang telah saya sampaikan kemarin, mereka sedang mencari momen menarik perhatian di Sidang Umum PBB akhir bulan ini. Dan inilah yang saya khawatirkan, bahwa rangkaian kejadian beberapa hari ini adalah settingan mereka yang kemudian diputarbalikkan bahwa TNI menembak pendeta. Harapan mereka, kejadian ini jadi bahan di Sidang Umum PBB. Saya tegaskan, bahwa ini semua fitnah keji dari KKSB," kata Suriastawa dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9).

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) sendiri menerima dua versi cerita penembakan itu. Oleh sebab itu, PGI mengusulkan pembentukan tim investigasi yang independen. Investigas independen bisa menghindari kondisi saling tuduh.

"Di satu sisi PGI mendapat laporan dari GKII dan pemberitaan media lokal yang menyebutkan, penembakan tersebut diduga dilakukan oleh aparat TNI yang sedang melakukan tugas operasi militer. Sementara media nasional memberitakan bantahan pihak TNI, dan menyebut pelaku penembakan adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)," kata Humas PGI Philip Situmorang dalam keterangan pers tertulisnya, Senin (21/9/2020).

"Tidak mudah bagi kami mengklarifikasi peristiwa ini. Untuk itu kami telah menyurati Presiden Republik Indonesia, Kapolri dan Panglima TNI untuk mengusut tuntas kasus ini dengan membawanya ke ranah hukum," kata dia.

Lihat juga video 'Kecewa, Pengurus DPD NasDem Sukoharjo Ramai-ramai Undur Diri':

[Gambas:Video 20detik]



(man/imk)