Komnas HAM Kumpulkan Data Usut Kasus Penembakan Pendeta di Papua

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 14:02 WIB
Mochammad Choirul Anam
Foto: Choirul Anam (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Komnas HAM mengatakan pihaknya memberikan perhatian khusus pada kasus penembakan Pendeta Yeremia Zanambani di Papua. Saat ini, Komnas HAM bersama kantor perwakilan di Papua sedang menyelidiki kasus tersebut.

"Penembakan Pendeta Yeremia pada Sabtu lalu di Intan Jaya, menambah rentetan kekerasan bersenjata yang terjadi di Intan Jaya, Papua sepanjang medio 2020 ini yang telah menelan korban sipil dan TNI maupun lainnya. Tercatat terdapat 8 korban," kata Komisioner Komnas HAM bidang Pemantauan dan Penyelidikan, Choirul Anam dalam keterangan yang diterima detikcom, Selasa (22/9/2020).

"Komnas HAM memberikan perhatian terhadap kasus penembakan Pdt. Yeremia tersebut dan akan melakukan pendalaman terhadap fakta-fakta yang terjadi," sambungnya.

Anam mengatakan saat ini pihaknya sedang mengumpulkan berbagai informasi terkait peristiwa penembakan ini. Serta kasus kekerasan lainnya yang terjadi di Papua.

"Komnas HAM dan Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua telah memulai mengumpulkan berbagai informasi untuk kasus Pendeta Yeremia dan kasus-kasus lain yang telah terjadi sebelumnya," katanya.

Anam mengatakan perlu penyelidikan lebih lanjut dalam kasus penembakan ini. Dia menyebut hasil penyelidikan harus menjawab kesimpangsiuran informasi.

"Pentingnya pendalaman tersebut, tidak hanya untuk menjawab kesimpangsiuran tentang pelaku penembakan, namun juga lebih dalam melihat secara komperhensif situasi kekerasan yang kerap terjadi di Intan Jaya," tuturnya.

Anam berharap hasil penyelidikan dari kasus ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi terhadap berbagai kekerasan yang terjadi di Papua dan Papua Barat. Serta memberikan pedoman managemen keamanan yang harus dilakukan di Papua.

"Sehingga terdapat modalitas yang baik untuk melakukan evaluasi berbagai kekerasan yang terjadi di Papua dan Papua Barat secara keseluruhan termasuk di dalamnya managemen keamanan," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2