Round-Up

Cerita Warga Ibu Kota Kebanjiran di Tengah Wabah

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 05:01 WIB
Banjir rendam 8 RT Tanah Rendah Jaktim, Selasa (22/9/2020)
Banjir rendam 8 RT Tanah Rendah Jaktim, Selasa (22/9/2020). Foto: (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Sejumlah wilayah di Jakarta sempat terendam banjir imbas hujan deras dua hari lalu. Termasuk akibat Bendung Katulampa yang sempat berstatus siaga 1.

Warga di beberapa wilayah Jakarta alhasil ada yang mengungsi. Lingkungan tempat tinggal mereka terendam mulai dari ketinggian air 20 cm sampai 50 cm.

BPDB DKI pada Senin (21/9) malam sudah mengimbau warga di lintasan Kali Ciliwung untuk mengantisipasi banjir, mengingat air kiriman dari Bogor diperkirakan tiba pada Selasa (22/9) pagi. Dan, kawasan seperti Rawajati, Jakarta Selatan hingga Kampung Melayu, Jakarta Timur kebanjiran kemarin pagi.

Berdasarkan data BPDB DKI ada 63 RT yang terendam. Data tersebut merupakan update pukul 06.00 WIB kemarin pagi. Kapusdatin BPBD DKI Jakarta M Insaf menuturkan di wilayah Jakarta Barat ada 14 RT yang tergenang dengan ketinggian 10-80 cm. Jakarta Selatan ada 10 RT yang tergenang dengan ketinggian 10-40 cm.

Kemudian di Jakarta Timur ada 37 RT yang tergenang dengan ketinggian 10-100 centimeter. Jakarta Pusat ada 1 RT dengan ketinggian 20-50 cm, serta ada 1 RT di Jakarta Utara yang terendam dengan ketinggian 20 cm.

Akibat banjir itu, ada 104 jiwa yang mengungsi. Untuk titik pengungsian ada di 5 lokasi, yakni Musala Riyadhul Saadah, Kembangan Utara, Jakarta Barat; PT Delta Laras Wisata Kelurahan Rawajati, RW 7, Jakarta Selatan; Puskesmas Rawajati 2, RW 7, Jakarta Selatan; Halaman Rumah Dinas, RW 7 Rawajati, Jakarta Selatan; Rusunawa Pengadegan, Jakarta Selatan.

Ketua RW 08 Tanah Rendah, Tamzis menerangkan ada delapan RT di wilayahnya yang terendam banjir. Banjir di sana sampai setengah meter.

"Iya sebagian terendam, ini termasuk kecil ya, sebagian terendam, terutama Gang 20, terendam semua, setengah meter lah," kata, Tamzis, saat dimintai konfirmasi, Selasa (22/9/2020).

Menurutnya, banjir kali ini tidak separah sebelumnya. Meski kebanjiran, tak ada warga RW 8 yang mengungsi. Tamzis mengatakan warga telah menyiapkan tempat jika banjir datang.

"Kebanyakan di pinggir kali itu bikin loteng sederhana untuk banjir kecil cuma ke atas," ucap Tamzis.

Warga Tanah Rendah, Amin Agustin, mengatakan banjir kemarin cenderung cepat surut. Amin berharap normalisasi Sungai Ciliwung dilanjutkan. Normalisasi diharapkan tak hanya berhenti sampai Bukit Duri.

"Harapan kami, proyek normalisasi Sungai Ciliwung dilanjutkan yang sempat terhenti. Pengerjaan dan penyelesaian terakhir baru sampai wilayah Bukit Duri," imbuh Amin.

Selanjutnya
Halaman
1 2