Pemprov Sumut Minta Bandara Kuala Namu Segera Dibangun

Pemprov Sumut Minta Bandara Kuala Namu Segera Dibangun

- detikNews
Sabtu, 14 Jan 2006 02:06 WIB
Medan - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) meminta pemerintah pusat segera merealisasikan pembangunan Bandara Kuala Namu sebagai pengganti Bandara Polonia Medan. Pasalnya, hingga saat ini janji Menteri Perhubungan Hatta Radjasa untuk melaksanakan tender proyek berbiaya Rp 4 triliun pada Januari 2006 masih belum berjalan.Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut RE Nainggolan menyatakan, pembangunan Bandara Kuala Namu perlu sesegera mungkin, karena kondisi Bandara Polonia Medan saat sudah tidak layak lagi untuk dipertahankan.Areal bandara sangat terbatas sehingga tidak memungkinkan lagi untuk dikembangkan sebagai bandara internasional."Bandara Polonia itu sulit dikembangkan, terlebih dengan kondisi arealnya yang diapit dua sungai yang sering mengalami banjir pada landasan pacu. Di samping itu, keberadaan Bandara Polonia yang berada di pusat kota dapat menghambat perluasan pembangunan Kota Medan," kata RE Nainggolan kepada wartawan di Medan, Jumat (13/1/2005).Menurut Nainggolan, permasalahan yang timbul baik pada prasarana sisi darat prasarana sisi udara cukup banyak. Pertama pertambahan jumlah armada penerbangan yang diikuti dengan bertambahnya jumlah penumpang. Sesuai data pada 2003 jumlah penumpang di Bandara Polonia Medan mencapai 2.736.000 orang, kargo sebanyak 21 juta kilogram, dan pergerakan pesawat mencapai 36.359 kali per tahun.Permasalahan kedua, kondisi fasilitas udara yakni run way, taxy way dan avron yang ada sekarang juga sudah kurang memadai untuk menampung pergerakan pesawat baik pesawat yang akan lepas landas maupun mendarat (landing). "Bukti nyata yang baru kita alami adalah saat terjadinya gelombang tsunami dan gempa. Pesawat negara asing yang membawa bantuan sulit mendarat karena keterbatasan area parkir. Bahkan sering pesawat reguler terlambat, karena masalah keterbatasan fasilitas tersebut," kata NainggolanSelanjutnya, permasalahan yang ketiga, perpanjangan run way sudah sangat terbatas karena terhalang sungai Babura di sebelah barat daya dan Sungai Deli di sebelah timur laut serta area pemukiman. Kemudian, permasalahan keempat, berdasarkan pertimbangan keselamatan penerbangan, landing hanya pada satu arah dari runway sehingga mengurangi kapasitas pelayanan.Permasalahan kelima, terdapat permasalahan yang serius dalam pengaturan traffic pesawat pada air traffic control (ATC). Karena take-off dan landing hanya dari satu arah sehingga menyulitkan pengaturan lalulintas udara pada control zone dan control area. Selain itu jarak Bandara Polonia dengan Gunung Sibayak hanya lebih kurang 8 near miss (NM) yang menyebabkan ruang udara sangat sempit sementara pergerakan pesawat sangat padat sehingga terdapat kendala yang serius dalam pengaturan ATC.Kemudian, permasalahan keenam, kurang optimalnya penggunaan panjang landasan, dimana panjang landasan Bandara Polonia saat ini 2.900 meter sementara yang dapat dipergunakan 2.625 meter atau ada displaced threshold 275 meter. Hal ini bisa terjadi karena banyaknya objek obstacle terutama pada kawasan landing dan take-off di sekitar bandara.Di Bandara Polonia Medan telah terjadi beberapa kali kecelakaan fatal yakni pada 11 Juli 1979 yakni Fokker F28-100 menelan korban 64 tewas, 4 April 1987 jatuhnya Dakota DC 9-32 menelan korban 23 tewas. Kemudian pada 26 September 1997 jatuhnya Airbus A300 menelan korban 234 tewas dan terakhir pada 5 September 2005 kecelakaan pesawat boeing 737-200 menelan korban 116 tewas termasuk Gubernur Sumut Rizal Nurdin. (ddn/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads