Kejagung Periksa Teman Dekat Pinangki, Cecar Teknis Gratifikasi Djoko Tjandra

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 18:14 WIB
Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan terkait perkembangan kasus Djoko Tjandra di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta, Selasa (4/8/2020). Kejaksaan Agung (Kejagung) mendalami dugaan adanya pelanggaran pidana yang dilakukan Jaksa Pinangki Sirna Malasari terkait pertemuannya dengan Djoko Tjandra.   ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww.  *** Local Caption ***
Foto: ANTARA/RENO ESNIR
Jakarta -

Teman dekat jaksa Pinangki Sirna Malasari, Rahmat, diperiksa penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) hari ini. Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik menyelidiki kesaksian Rahmat mengenai teknis pemberian gratifikasi dari Djoko Tjandra ke jaksa Pinangki Sirna Malasari.

"Pihak atau saksi yang kembali diperiksa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) gratifikasi dengan yaitu Saudara Rahmat selaku karyawan swasta/pemilik Koperasi Nusantara," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono dalam keterangan pers tertulisnya, Selasa (22/9/2020).

Hari menyebut pemeriksaan terhadap Rahmat pun dimaksudkan untuk mengejar soal teknis gratifikasi yang dilakukan Djoko Tjandra kepada Jaksa Pinangki. Selain itu, pihak Kejagung menanyakan soal tujuan pemberian gratifikasi tersebut.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk mencari fakta hukum tentang pemberian dan janji tersangka Djoko Soegiarto Tjandra kepada jaksa PSM dan bagaimana teknis dan caranya serta maksud dan tujuan pemberian tersebut," ucapnya.

Sebelumnya, Rahmat diperiksa Kejagung pada Rabu (9/9). Pemeriksaan itu pun masih terkait dengan kasus dugaan gratifikasi tersangka Djoko Tjandra, Andi Irfan Jaya, dan jaksa Pinangki Sirna Malasari.

"Diperiksa guna melengkapi kekurangan bahan keterangan karena terdapat perkembangan fakta-fakta hukum yang harus diklarifikasi dan dikonfirmasi kepada yang bersangkutan sebagai tersangka," kata Hari dalam keterangan pers tertulis, Rabu (9/9).

Kejagung juga telah mencekal Rahmat ke luar negeri. Rahmat dicekal sejak 10 Agustus 2020.

"Rahmat dicekal dari 10 Agustus," kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah kepada wartawan di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/9).

Permintaan pencekalan diajukan Kejagung ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. Febrie mengatakan Rahmat dicekal selama 6 bulan terhitung sejak Agustus.

"10 Agustus, selama 6 bulan," tuturnya.

(maa/maa)