Satgas COVID: Perusahaan Jangan Malu Jika Ada Karyawan Positif Corona

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 17:10 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi pandemi Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 meminta pemilik-pemilik perusahaan terbuka saat menyikapi karyawannya terpapar virus Corona (COVID-19). Dengan keterbukaan itu, Pemerintah berharap upaya memutus mata rantai penularan bisa dilakukan lebih cepat.

"Kami juga mohon agar pihak swasta dan pabrik betul-betul dapat melakukan hal yang sama seperti di kantor-kantor kementerian dan provinsi, dengan melakukan tracing-tracing dan pelaporan klaster," ujar Jubir Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan pers melalui akun YouTube Setpres, Selasa (22/9/2020).

Wiku juga meminta perusahaan tak malu dan menjadi tertutup jika ada karyawannya yang positif Corona. Dia lalu menekankan pemerintah akan menanggung biaya perawatan pasien Corona.

"Dan jangan merasa malu apabila ada yang positif, karena orang-orang yang positif ini perlu kita lindungi, rawat untuk bisa menjadi sembuh dan sehat kembali," kata dia.

"Kami perlu sampaikan bahwa untuk perusahaan-perusahaan, tidak perlu khawatir bila ada karyawan ataupun buruh yang dites hasilnya positif. Pemerintah akan menanggung biaya perawatan pasien COVID-19," sambung Wiku.

Wiku lanjut menjelaskan warga yang tak memiliki BPJS, atau WNA yang terpapar Corona di Indonesia akan tetap diberi pelayanan kesehatan untuk menyembuhkan diri dari virus Corona. Wiku berharap perusahaan atau pabrik swasta mampu melindungi karyawannya.

"Bahkan bagi yang tidak memiliki BPJS atau WNA yang tertular COVID-19 di Indonesia juga ditanggung. Hal yang harus dilakukan oleh perusahaan adalah melindungi karyawannya dengan cara memastikan jangan sampai ada lagi karyawannya yang terpapar di lingkungan kerja," ungkap Wiku.

"Kami selalu menekankan bahwa keselamatan rakyat adalah yang utama, termasuk keselamatan karyawan. Pemberian tes swab gratis terhadap tenaga kesehatan yang dilakukan satgas itu adalah upaya dan bukti bahwa sebagai contoh yang harus diikuti berbagai kantor dan instansi," lanjut Wiku.

Dirinya juga mengimbau setiap perusahaan mengadakan tes terkait Corona untuk karyawan-karyawannya. "Kami berharap perusahaan dapat betul-betul mampu menanggung biaya testing karyawan-karyawannya dan melakukan penelusuran kontak apabila terjadi kasus positif dan melaporkan ke pemda masing-masing," tutup dia

(aud/imk)