Apakah Banjir Bisa Memperparah Penularan COVID-19?

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 13:20 WIB
Pasca hujan deras semalem, terdapat genangan air di depan Perumahan Green Garden, Kedoya, Jakarta. Genangan ini menjadi tempat main anak-anak.
Ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)

Corona tidak menular lewat air

Tenang saja, virus Corona tidak menular lewat air. Paling tidak, risiko penularannya kecil.

WHO dalam panduan sementara, 'Air, Sanitasi, Kebersihan, dan Tata Air untuk SARS-CoV-2' tertanggal 29 Juli 2020, menjelaskan soal hal ini.

Virus Corona memang ada di air, namun virus itu tidak mampu menular ke manusia. WHO mendasarkan pada penelitian virus Corona di saluran air minum.

"Keberadaan SARS-CoV-2 di air minum yang tidak diolah adalah mungkin, namun virus itu tidak terdeteksi mampu menginfeksi lewat saluran air minum," kata WHO.

Di kawasan Italia utara, lokasi yang pernah dikecamuk COVID-19, ada sungai yang terdeteksi mengandung fragmen RNA virus Corona, alias potongan-potongan 'tubuh' si virus. Temuan itu didapatkan saat Italia mengalami puncak wabah. Namun risiko penularan dari air semacam ini dinyatakan rendah.

Bahkan, di kolam renang yang mengandung tinja, virus Corona juga ada. Namun virus itu tidak cukup kuat untuk menginfeksi manusia. Terlebih, bila kolam renang itu mengandung klorin, virus Corona bisa mati.

"Risiko penularan SARS-CoV-2 dari air murni dan air pesisir, atau kolam renang dan air di spa yang terkontaminasi tinja, adalah sangat rendah," kata WHO.

Di air banjir

Sama halnya dengan air got, air kolam renang bercampur tinja, atau sumber air minum, air banjir juga bisa saja mengandung Corona. Namun virus itu tidak cukup kuat untuk menginfeksi orang.

"Potensi penularan via air banjir itu kecil. COVID-19 ini bukan water-borne disease," kata epidemiolog Dicky Budiman, saat ditanyai detikcom, Selasa (22/9/2020).

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia alumni Universitas Padjadjaran ini menjelaskan, masyarakat tak perlu ketakutan soal air banjir yang mengandung virus Corona.

"Tidak usah terlalu khawatir soal masalah airnya, tapi prinsip pencegahan tetap dijaga," kata dia. Masyarakat harus tetap menerapkan penggunaan masker, jaga jarak, dan cuci tangan dengan sabun. Protokol kesehatan pencegahan COVID-19 harus senantiasa dijaga.

Halaman

(dnu/tor)