UI Klarifikasi Sex Consent yang Disorot Politikus PKS Muzzammil Yusuf

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 13:02 WIB
Ilustrasi Kampus UI, Depok
Ilustrasi (Foto: Grandyos Zafna/detikFOTO)
Jakarta -

Universitas Indonesia (UI) menjelaskan kritikan politikus PKS Al Muzzammil Yusuf soal soal materi sex consent atau persetujuan seksual dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2020. UI menegaskan materi itu adalah penggalan dari rangkaian perkuliahan pencegahan kekerasan seksual. Perlu dipahami secara utuh.

"Kami sudah menyampaikan bahwa informasi yang banyak beredar saat ini dari sepenggal slide yang berjudul sexual consent dalam konteks kekerasan seksual. Jadi pada saat diberikan kepada Maba (mahasiswa baru) jadi slide tersebut adalah satu dari serangkaian, atau banyak slide yang berhubungan dengan banyak tema cegah kekerasan seksual," kata Kepala Biro Humas dan KIP UI, Amelita Lusia, kepada wartawan, Selasa (22/9/2020).

Amelita mengatakan materi tersebut guna memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru bagaimana melindungi diri dari kekerasan seksual. Namun, materi tersebut ramai diperbincangkan karena hanya memenggal sebagian dari materi.

"Jadi tujuannya itu sebetulnya mata kuliah tersebut adalah untuk memberikan pemahaman kepada para mahasiswa baru untuk dapat memproteksi diri mereka. Tapi ternyata ini menimbulkan interpretasi dan asumsi yang berbeda-beda, kalau melihat dari salah satu slide atau slide yang terlepas begitu saja dari rangkaian yang tadi sudah saya sebutkan," katanya.

Sebelum masuk pada perkuliahan itu, Amelita mengatakan dosen yang bersangkutan, telah lebih dulu menjelaskan tujuan perkuliahan. Apabila ada di antara mahasiswa yang keberatan mengikuti kelas, Amelita menyebut yang mahasiswa baru itu akan diberikan pendampingan.

"Sebelum mereka masuk ke materi perkuliahan tersebut itu ada pernyataan dari dosen yang menyampaikan dia akan memberikan penjelasan tujuan perkuliahan untuk apa. Kemudian disampaikan 'jika anda merasa kurang nyaman mengikuti perkuliahan ini bisa stop dulu, bisa mendapatkan konseling' jadi ada persyaratan yang sudah disebutkan di awal. Kemudian masuk ke dalam penjelasan-penjelasan tentang apa yang harus kita lakukan untuk mengenali apa yang dimaksud sebagai kekerasan tersebut," sebut Amelita.

"Masalah ini di UI kan memang ada beberapa pengaduan, nah kita ingin memahami persoal ini. Apa sih kekerasan seksual. Jadi ketika dia masuk ke topik yang memang topik ini memang sensitif, ketika masuk ke topik yang sensitif ada before, kemudian penjelasannya, setelahnya itu satu rangkaian yang diberikan dari materi ini," tuturnya.

Namun demikian, Amelita mengatakan UI mengucapkan terima kasih atas masukan dari orang tua mahasiswa. Dia menyebut peristiwa ini akan menjadi bahan kajian bagi internal kampus.

"Jadi memang kami berterima kasih atas masukan atau kepedulian dari orang tua mahasiswa yang disampaikan tentang materi ini. Semoga akan menjadi bahan kajian juga bagi kami," kata dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2