Catat! Ini Risiko Kampanye Pilkada di Tengah Pandemi COVID-19

Zunita Putri - detikNews
Minggu, 20 Sep 2020 18:08 WIB
Epidemiolog dari FKM UI, Iwan Ariawan. (situs FKM UI)
Foto: Epidemiolog dari FKM UI, Iwan Ariawan. (situs FKM UI)
Jakarta -

Epidemiologi FKM Universitas Indonesia, Iwan Ariawan menilai kampanye langsung Pilkada 2020 ini berpotensi membuat kasus Corona (COVID-19) di Indonesia semakin melonjak. Penularan kasus Corona di Tanah Air juga diprediksi akan cepat.

"Pilkada dengan kampanye langsung berpotensi menambah jumlah kasus COVID-19 secara bermakna yang akan meningkatkan puncak dan memperpanjang epidemi COVID-19," ujar Iwan dalam Webinar Nasional Seri 2 KSDI 'Strategi Menurunkan COVID-19, Menaikan Ekonomi' di akun YouTube KSDI, Minggu (20/9/2020).

Dalam analisis yang disampaikan Iwan, dampak kampanye langsung jika 100 orang berkumpul pada waktu yang sama maka dipastikan ada satu atau beberapa orang terinfeksi Corona. Jika sudah terinfeksi maka mereka akan menularkan ke orang lain, paling tidak yang berkontak erat dengan mereka.

"Jika 100 orang berkumpul pada waktu dan tempat yang sama, kemungkinan adanya paling tidak satu orang yang sudah terinfeksi COVID-19 adalah 99% (prevalensi COVID-19 di populasi 5%). Kecepatan penularan COVID-19 (beta) = 0,2 per kasus terinfeksi per hari," papar Iwan.

"Jadi jika ada 100 orang berkumpul dan ada 10 orang yang sudah terinfeksi (prevalensi=10%), tanpa protokol kesehatan yang benar, akan menularkan ke 2 orang baru," sambungnya.

Menurut Iwan, dalam masa kampanye langsung akan sulit memastikan jumlah orang yang berkumpul dan protokol Kesehatan dilakukan dengan baik. Dia juga menyarankan agar pemantauan terkait protokol kesehatan dilakukan secara komprehensif.

Lebih lanjut, Iwan menyebut jika ada sekitar 1 juta lebih titik kumpul dengan massa 100 orang atau lebih. Dia memprediksi ada penambahan kasus Corona sebanyak dua juta lebih, angka ini didapat jika 10 orang dari 100 massa yang berkumpul saat kampanye langsung terpapar Corona dan meginfeksi dua orang lainnya.

"Selama masa kampanye diperkirakan ada 1.042.280 titik kumpul dengan massa 100 orang atau lebih, dari kegiatan kampanye potensial akan ada tambahan 2.084.560 kasus baru COVID-19 (10 orang dengan COVID-19 menginfeksi 2 orang)," katanya.

10 orang yang diperkirakan positif Corona, itu diperkirakan menular paling tidak ke keluarganya yang berkontak erat dengannya. Rata-rata keluarga besar di Indonesia ada 4 orang, dan karena kontak erat, 50% akan terinfeksi.

"Sehingga ada ada tambahan: 2.084.560 x 3 orang x 50% = 3.126.840. Sehingga total akan ada 5.211.400 orang potensial terinfeksi COVID-19," ucapnya.

Semakin banyak orang tertular, maka semakin lama juga virus Corona bertahan di Indonesia. Menurutnya, ini adalah catatan penting yang harus diperhatikan pemerintah jika tetap menggelar kampanye langsung di Pilkada 2020.

"Orang yang terinfeksi COVID-19 akan menularkan lagi ke orang sekitarnya sehingga meningkatkan puncak dan memperpanjang epidemi COVID-19 di Indonesia," tutur Iwan.

(zap/gbr)