Hukuman Bui Eksekutor Hakim Jamaluddin Pun Berganti Vonis Mati

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 20:36 WIB
Zuraida Hanum saat rekonstruksi pembunuhan hakim Jamaluddin (Datuk Haris Molana/detikcom)
Para eksekutor pembunuhan hakim Jamaluddin saat menjalani rekonstruksi kasus. (Foto: Datuk Haris Molana/detikcom)
Jakarta -

Sama seperti Zuraida Hanum, asa Reza Fahlevi dan Jefri Pratama mengajukan upaya banding kandas. Vonis duo eksekutor hakim Jamaluddin justru diperberat Pengadilan Tinggi (PT) Medan menjadi vonis mati.

Reza yang awalnya divonis 20 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Medan kini dihukum mati oleh PT Medan. PT Medan menilai hukuman 20 tahun penjara terlalu ringan dan tidak sepadan dengan kesalahan Reza.

Begitu pula dengan Jefri Pratama, dari penjara seumur hidup menjadi hukuman mati. Adapun otak pembunuhan, Zuraida Hanum yang juga istri Jamaluddin, sudah lebih dulu dihukum mati.

"Menyatakan Terdakwa M Reza Fahlevi tersebut telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana 'Pembunuhan Berencana Yang Dilakukan Secara Bersama-Sama' sebagaimana didakwakan dalam Dakwaan Primair Penuntut Umum. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa M Reza Fahlevi oleh karena itu dengan pidana mati," demikian bunyi putusan majelis banding yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (21/9/2020).

Putusan mati itu diketok oleh hakim tinggi Ronius dengan anggota Purwono Edi Santoso dan Krosbin Lumban Gaol. Ketiga hakim menilai perbuatan Reza dan Jefri Pratama sangatlah biadab dan terencana menghabisi nyawa hakim sehingga sangat layak untuk dijatuhi hukuman yang setimpal yaitu hukuman mati.

Zuraida membunuh suaminya di rumahnya di Perumahan Royal Monaco, Medan, pada 29 November 2019 dini hari. Zuraida menyuruh Jefri dan Reza untuk menghabisi suaminya. Kemudian jenazah Jamaluddin dibawa ke kebon sawit dan dibuat seolah-olah kecelakaan.

"Menyatakan terdakwa M Jefri Pratama telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pembunuhan Berencana Yang Dilakukan Secara Bersama-Sama, sebagaimana didakwakan dalam Dakwaan Primair Penuntut Umum. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa M Jefri Pratama oleh karena itu dengan pidana mati," ucap majelis.

Berikut pertimbangan ketiganya memperberat hukuman Reza-Jefri sebagaimana dirangkum detikcom, dari putusan PT Medan yang dikutip Senin (21/9/2020):

1. Ternyata untuk menghilangkan nyawa korban Jamaluddin, Reza-Jefri-Hanum telah melakukan beberapa kali pertemuan. Dan dari pertemuan tersebut bertiga sepakat untuk menghilangkan nyawa korban Jamaluddin.

2. Untuk mewujudkan rencana tersebut, Zuraida Hanum menyerahkan uang sebesar Rp 2 juta kepada M.Reza Fahlevi untuk membeli peralatan eksekusi. Seperti handphone, jaket,sepatu,topi,sarung tangan dan masker yang akan dipergunakan sebagai perlengkapan untuk menghilangkan nyawa korban Jamaluddin.

3. Telah ditentukan lokasi pelaksanaan di rumah korban Jamaluddin dan dilakukan pada saat korban sedang tidur dengan cara membekap korban Jamaluddin dengan kain yang telah disediakan oleh Zuraida Hanum di atas tempat tidur sehingga korban Jamaluddin meninggal seolah-olah terkena serangan jantung.

4. Menjelang pelaksanaan untuk menghilangkan nyawa korban Jamaluddin, Jefri menjemput Reza pada tanggal 28 November 2019 sekira pukul 17.00 Wib dengan menggunakan mobil Calya BK 1757 HE dan membawa peralatan yang telah dibeli oleh M.Reza Fahlevi menuju perumahan Graha Johor untuk mengembalikan mobil tersebut ke rumah adik Jefri Pratama.

5. Zuraida Hanum datang menjemput Jefri Pratama dan Reza Fahlevi dengan mengendarai mobil Toyota Camry BK 78 ZH menuju rumah Jamaluddin.

6. Mereka bertiga sampai di rumah sekitar pukul 19.00 WIB. Ketiganya turun dari mobil dan langsung menuju lantai 3 dan ketika di lantai 3 Jefri Pratama memberi tugas kepada Reza Fahlevi yang akan membekap hakim Jamaluddin dengan menggunakan kain yang telah dipersiapkan Zuraida Hanum. Sedangkan Jefri Pratama menindih badan dan memegangi tangan korban Jamaluddin supaya tidak bisa mengadakan perlawanan.

7. Zuraida Hanum memberi kode kepada Jefri Pratama dan Reza Fahlevi segera turun ke lantai 2 (dua) menuju kamar tidur korban. Ketika sudah sampai di kamar, korban Jamaluddin sedang tertidur. Reza Fahlevi mengambil sarung bantal warna hijau kuning yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh Zuraida Hanum lalu membekap hidung dan mulut serta mencekik leher korban Jamaluddin.

8. Ketika Reza Fahlevi merasakan hakim Jamaluddin meronta, Reza Fahlevi menekan lebih kuat lagi hidung dan mulut korban Jamaluddin. Sedangkan Jefri Pratama naik ke atas tubuh korban Jamaluddin lalu menindihnya serta memegang tangan korban supaya tidak mengadakan perlawanan. Adapun Zuraida Hanum menekan kedua kaki korban Jamaluddin dengan kedua kakinya.

Selanjutnya
Halaman
1 2