Tito Usul Masker-Hand Sanitizer Diwajibkan Jadi Alat Peraga Kampanye Pilkada

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 16:51 WIB
Mendagri Tito Karnavian menghadiri rapat kerja (raker) bersama Komisi II DPR RI. Rapat itu membahas pergeseran anggaran Kemendagri 2019
Mendagri Tito Karnavian (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta PKPU yang mengatur Pilkada 2020 direvisi. Tito mengusulkan agar masker dan hand sanitizer diwajibkan menjadi alat peraga kampanye.

Hal itu disampaikan Tito dalam rapat kerja bersama Komisi II di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2020). Tito awalnya menyinggung diizinkannya konser musik dan meminta agar dilaksanakan secara virtual.

"Kami sarankan ada revisi PKPU ini mengenai untuk menghindari terjadinya potensi kerumunan sosial yang tidak bisa menjaga jarak, sehingga kami mendorong, sebaiknya semua kegiatan dilakukan secara daring, secara virtual menggunakan sarana-sarana yang ada, baik aplikasi-aplikasi dengan teknologi, kemudian juga saluran media massa, baik sosial media maupun konvensional, termasuk juga jaringan TVRI dan RRI, yang itu semua sudah sampai ke daerah-daerah, ke pelosok-pelosok," ujar Tito dalam rapat.

Untuk diketahui, masa kampanye Pilkada 2020 akan dimulai pada 26 September hingga 5 Desember 2020 atau selama 71 hari. Tito juga mengusulkan ada aturan yang mewajibkan para pasangan calon menggunakan alat peraga kampanye berupa masker hingga hand sanitizer.

"Justru pilkada ini dapat menjadi momentum untuk secara masif kita menyosialisasikan dan menekan penularan COVID. Caranya adalah, di antaranya, mewajibkan para peserta ini, bukan hanya mendorong, alat peraga utama seperti masker, hand sanitizer, sabun, boks cuci tangan untuk sabun dan air mengalir, dan lain-lain bisa menjadi alat peraga tambahan," ujar Tito.

"Kami sarankan alat-alat proteksi ini menjadi alat peraga yang diwajibkan. Masker misalnya, dengan gambar paslon, nomor urut, namanya, boleh. Bukan hanya boleh, diwajibkan. Hand sanitizer dengan gambar paslon, sabun, namanya paslon, nomor urut, itu diwajibkan untuk pada kontestan membagikan itu. Ini otomatis akan terjadi pembagian masif alat-alat proteksi ini," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2