Cerita Syekh Ali Jaber Berdakwah di Papua Disambut Wakil Kepala Gereja-Warga

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 14:10 WIB
Syekh Ali Jaber
Syekh Ali Jaber, Foto: Tangkapan layar YouTube BNPB
Jakarta -

Syekh Ali Jaber telah beberapa tahun berdakwah di Indonesia. Ali Jaber mengaku semua provinsi yang ada di Indonesia telah dikunjunginya untuk berdakwah, termasuk Papua.

Wilayah yang sudah dikunjunginya yakni Kabupaten Tolikara, Papua. Ali Jaber menceritakan, saat baru tiba di Tolikara, dia disambut oleh Wakil Kepala Gereja setempat.

"(Berdakwah di Papua) sudah, bahkan saya sampai ke Tolikara, pas saya sudah di sana, alhamduillah disambut oleh kepala adat, disambut oleh Wakil Kepala Gereja yang ada di sana, sama juga Pak Bupatinya, ada juga dari aparat TNI-Polri, termasuk Pak Kapolda, waktu itu Pak Paulus (Waterpauw), sambil beliau menunjukkan di HP beliau, 'ini saya ikut ceramah antum, saya simpan semua ceramah-ceramah itu, saya suka'," ujar Ali Jaber dalam program Blak-blakan yang tayang di detikcom, Senin (21/9/2020).

Selain itu, Ali Jaber mengatakan, sambutan hangat juga datang dari warga Papua. Baik itu dari masyarakat muslim dan non muslim.

"Alhamdulillah sambutan yang luar biasa, muslim dan non muslim, saya disambut dengan baik," katanya.

Lebih lanjut, Ali Jaber berujar, sebelum berangkat ke Papua, dirinya terlebih dahulu mempelajari budaya Papua. Salah satunya mengenai cara bersalaman khas masyarakat Papua yakni kaonak.

"Sebelum saya ke sana, saya membelajari budaya Papua, di antaranya yang menarik cara salaman orang Papua, Pas begitu saya ketemu (datang di Papua), mereka gini (bersalaman biasa menyodorkan tangan), saya gini (meperagakan kaonak), wih jadi heboh. Saya ingin menenangkan hati orang," ucapnya.

Ali Jaber mengatakan, tak ada salahnya menyesuaikan budaya dengan daerah yang dikunjungi. Dia juga mengaku, selama ini tidak pernah melihat orang lain dari latar belakang, suku, agama dan rasnya.

"Apa sih salahnya kalau kita menyesuaikan budaya mereka, menenangkan hati mereka kan itu sebenarnya prinsip Islam rahmatan lil alamin, tanpa memandang latar belakang, orang Papua apa apa agamanya, orang Indonesia gimana sehari-hari, saya pikir nggak ke sana, cukup bagi saya yang saya hadapi manusia dan orang Indonesia, itu dipandangan saya, itu sudah cukup mulia bagi saya," katanya.

"Saya tidak pandang apa adatnya, apa agamanya, apa sehari-harinya, saya nggak melihat ke latar belakang dan ini bukan tugas saya, tugas saya memberi ketenangan kepada mereka," ucap Ali Jaber.

Tonton video 'Maafkan Pelaku Penusukan, Syekh Ali Jaber: Saya Tiru Nabi Muhammad':

[Gambas:Video 20detik]



(man/hri)