Pasca Penusukan Langsung Berdakwah, Syekh Ali Jaber: Istirahatnya di Surga

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 12:40 WIB
Ali Saleh Mohammed Ali Jaber
Syekh Ali Jaber, Foto: Lintang Jati Rahina / 20detik
Jakarta -

Pasca insiden penusukan yang dialaminya saat berdakwah di Bandar Lampung, Syekh Ali Jaber pada minggu lalu, tak langsung beristirahat untuk mengeringkan lukanya. Dia langsung melanjutkan berdakwah mengisi dua acara, setelah itu melanjutkan perjalanan ke Jakarta untuk pergi ke Jember dan Malang, Jawa Timur.

"Iya, setelah kejadian itu saya langsung isi dua acara, habis kejadian ini, habis dirawat di rumah sakit, saya pribadi langsung isi dua acara, habis magrib sama habis isya. Kemudian kembali lagi ke Jakarta, kemudian lanjut lagi ke Jember sama Malang. Yang Jember dan Malang kita darat, terbang dari Jakarta ke Malang, baru dari Malang pakai mobil ke Jember, isi acara sebentar, kembali lagi ke Malang," ujar Ali Jaber dalam program Blak-blakan yang tayang di detikcom, Senin (21/9/2020).

Ali Jaber menjelaskan, aktivitas dakwah terus dilakukan karena dia menganggap kalau dunia merupakan tempat berdakwah. Baginya, waktu istirahat itu ketika sudah berada di surga.

"Ya alhamdulillah selama masih bisa beraktivitas, kalau bagi saya istirahatnya, apapun kondisi ini, bagi saya istirahatnya di surga, dunia ini bukan tempat istirahat, dunia tempat perjuangan, kerja keras, memberikan kesan dan pesan yang moral untuk umat, dan ini tugas para nabi dan rasul. Para nabi dan rasul tidak ada hentinya berdakwah sampai meninggal dunia," katanya.

Lebih lanjut, Syekh Ali Jaber mengatakan, ilmu yang dipelajarinya merupakan sebuah amanah. Sehingga, Ali Jaber merasa berkewajiban untuk menyampaikannya.

"Apa yang saya jalankan, apa yang saya pelajari sebagai amanah, amanah ketika saya belajar bukan untuk disimpan. Apa yang saya pelajari punya kewajiban untuk menyampaikan, saya berdosa kalau saya terus belajar buat diri saya sendiri. Saya harus bisa, sebelum saya menyampaikan, saya bisa praktek, apa yang saya pelajari bisa jadikan kenyataan dalam hidup saya, kemudian baru saya sampaikan yang terbaik" ucap Ali Jaber.

Sebelumnya, peristiwa penusukan itu terjadi pada Minggu (13/9) setelah Syekh Ali Jaber berceramah di Masjid Falahuddin, Bandar Lampung. Pelaku penusukan berinisial AA (24) ditangkap di lokasi kejadian setelah menyerang Syekh Ali Jaber.

Saat ini tersangka AA telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polresta Bandar Lampung. Polisi mengenakan pasal pembunuhan sehingga tersangka AA tersangka terancam hukuman mati.

(man/bar)