Polri Tak Hadir, Sidang Praperadilan Irjen Napoleon Bonaparte Ditunda

Zunita Putri - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 13:28 WIB
Irjen Napoleon Bonaparte
Foto: Irjen Napoleon Bonaparte (Sachril/detikcom).
Jakarta -

Sidang praperadilan mantan Kadiv Hubungan Internasional (Hubinter) Polri, Irjen Napoleon Bonaparte di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ditunda. Sidang ditunda karena Polri sebagai termohon tidak hadir.

"Sidang nggak berjalan sebagaimana mestinya, karena termohon tidak hadir dalam sidang perdana ini. Sehingga hakim pun memberikan kesempatan kepada termohon, yaitu Polri, selaku termohon dalam tenggang waktu satu minggu, sejak hari ini," ujar pengacara Napoleon, Gunawan Raka, dalam video yang diterima dari tim pengacara Napoleon, Senin (21/9/2020).

Sidang dilanjutkan pada Senin (28/9). Sidang dilanjutkan dengan agenda pembacaan surat permohonan.

Irjen Napoleon yang turut hadir dalam sidang perdana ini juga angkat bicara. Napoleon meminta pihak Polri dalam hal ini Bareskrim Polri hadir dalam praperadilan jika memiliki bukti.

"Hari ini Saya sudah hadir, tapi yang berurusan belum hadir. Kalau tidak punya bukti ya harusnya dihentikan penyidikan, kecuali punya bukti harusnya datang," kata Napoleon.

Dia berharap sidang praperadilan selanjutnya bisa segera dimulai. Dia berharap sidang berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku.

"(Harapan sidang) berjalan sesuai dengan amar Hukum," ucap Napoleon.

Untuk diketahui, Irjen Napoleon mengajukan praperadilan terkait status tersangka yang disematkan kepadanya oleh Bareskrim Polri. Dalam permohonannya, Napoleon meminta PN Jaksel menetapkan surat penyidikan dan penetapan tersangka terhadapnya dibatalkan.

Dalam kasus ini, Napoleon ditetapkan tersangka bersama mantan Karo Korwas PPNS Polri Brigjen Prasetijo Utomo (PU). Keduanya diduga berperan sebagai penerima suap.

Polri telah mendapatkan beberapa barang bukti dalam kasus suap Djoko Tjandra ini. Salah satunya uang senilai USD 20 ribu.

(zap/gbr)