Berkas Kasus Red Notice-Surat Jalan Djoko Tjandra Dilimpahkan ke Kejagung

Tiara Aliya A - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 11:48 WIB
Bareskrim Polri secara resmi menyerahkan terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra kepada Kejaksaan Agung di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (31/7/2020) malam. Ia pun kini resmi menjadi penghuni Rutan Salemba.
Djoko Tjandra (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri melimpahkan berkas kasus surat jalan palsu dan red notice terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra kepada Kejaksaan Agung. Kejagung telah menerima berkas tersebut.

"Sudah, sudah dilimpahkan tahap satu kemarin," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung Hari Setiyono saat dihubungi detikcom, Kamis (3/9/2020).


Selain berkas perkara Djoko Tjandra, Hari menyebutkan bahwa berkas perkara terkait dugaan gratifikasi yang dilakukan oknum Jaksa Pinangki Sirna Malasari sudah terlebih dahulu masuk tahap 1.


"Sudah (dilimpahkan), malah sebelumnya. Kan kemarin sudah disampaikan," ujar Hari.

Dimintai konfirmasi secara terpisah, Polri menjelaskan berkas perkara kasus Djoko Tjandra dilimpahkan ke Kejagung, Rabu (2/9). Hari ini, Bareskrim Polri masih melanjutkan proses pelimpahan kedua berkas. Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Awi Setiyono menyebut pihaknya sedang melengkapi surat pengantar pelimpahan.

"Untuk berkas Tipikor red notice JST sudah selesai tinggal tanda tangan surat pengantar oleh Dirtipikor Bareskrim Polri, kebetulan hari ini beliau ada tugas di luar kota. Untuk berkas surat jalan palsu JST siang ini sedang dijilid tinggal dibuatkan surat pengantar untuk dilimpahkan ke JPU," jelas Awi.

Diketahui, dalam kasus dugaan gratifikasi pencabutan red notice Djoko Tjandra, dua tersangka diduga berperan sebagai penyuap dan dua tersangka lainnya penerima suap.

Dua penyuap yang dimaksud adalah Djoko Tjandra serta pengusaha Tommy Sumardi. Sedangkan dua penerima suap adalah mantan Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo.

(dkp/dkp)