Di Jombang, MPR Sosialisasikan Empat Pilar Lewat Kidung Jenaka

Abu Ubaidillah - detikNews
Minggu, 20 Sep 2020 21:46 WIB
MPR
Foto: MPR
Jakarta -

MPR tetap menggelar sosialisasi Empat Pilar meski di tengah pandemi COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan. Sosialisasi tersebut salah satunya dilakukan melalui pagelaran seni budaya daerah di Balai Tani Bareng, Jombang, Jawa Timur.

Pagelaran ini diselenggarakan melalui kerja sama MPR dengan Sanggar Seni Manunggal Laras dan Pemerintah Kabupaten Jombang dan dihadiri oleh anggota MPR dari Fraksi PDIP Sadarestuwati, Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR Elnino M Hosein (Fraksi Partai Gerindra), Neng Eem Marhamah (Fraksi PKB), dan Instiawati Ayus (Kelompok DPD), Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah, Bupati Jombang Mundjidah Wahab, dan Wakil Bupati Jombang Sumrambah.

Dalam pagelaran ini, ada penampilan Tari Remo Boletan, yakni tari tradisional Jombang, parade lagu nusantara, dan kidung jenaka yang berisi pesan-pesan Empat Pilar MPR. Kidung jenaka ini ditampilkan di akhir pagelaran dan cukup menarik perhatian. Di antara banyolan dari pengisi acara kidung jenaka, Cak Heru dan kawan-kawan juga disisipkan pesan Empat Pilar.

Anggota MPR, Sadarestuwati yang menjadi tuan rumah mengatakan MPR secara masif melakukan sosialisasi Empat Pilar MPR. Sosialisasi tak hanya dengan pertemuan menyampaikan materi, tetapi dengan berbagai kegiatan lain seperti sosialisasi Empat Pilar MPR yang dikemas dalam pentas pagelaran seni budaya.

"Diharapkan apa yang disampaikan dan dikemas pada pagelaran seni daerah ini bisa mengena di hati masyarakat," ujar Sadarestuwati dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9/2020).

Sadarestuwati juga mengungkapkan kekuatan dari Empat Pilar MPR. Menurutnya, tanpa Empat Pilar mungkin Indonesia sudah terpecah belah. Karena ada Empat Pilar, hingga detik ini negara Indonesia tetap utuh dalam bingkai NKRI.

"Karena itu jangan pernah punya pikiran lepas dari NKRI. Jika sudah punya pikiran lepas dari NKRI, punya pikiran tidak mengakui Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara maka kehancuran ada di depan mata. Kita semua sepakat NKRI adalah harga mati," imbuhnya.

Sadarestuwati mengatakan pagelaran seni budaya menjadi satu langkah untuk bisa menghidupkan kembali budaya-budaya bangsa dan budaya daerah. Menurutnya, dengan menghidupkan seni budaya daerah maka otomatis perekonomian bisa tumbuh.

"Kita harapkan sosialisasi Empat Pilar MPR melalui pagelaran seni budaya bisa diselenggarakan bersama-sama di berbagai daerah," katanya.

Bupati Jombang, Mundjidah Wahab mengapresiasi sosialisasi Empat Pilar MPR melalui pagelaran seni budaya yang merupakan protokol kesehatan secara ketat.

"Empat Pilar MPR ini untuk meneguhkan kita semua pada ideologi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Inilah yang harus kita pegang teguh sehingga kita senantiasa bisa bersatu dan menjaga persatuan," ungkapnya.

Ia mengatakan Kabupaten Jombang memiliki berbagai seni budaya tradisional seperti campur sari, tari remo, tari kelono, dan topeng jatiduwur Jombang yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda.

Sementara itu, Kepala Biro Humas MPR, Siti Fauziah mengatakan pagelaran seni budaya daerah di Jombang dalam rangka sosialisasi Empat Pilar MPR ini cukup unik.

"Atas inisiatif dari Ibu Sadarestuwati, pagelaran seni budaya malam ini di Jombang cukup unik. Selain dilakukan di halaman terbuka, pagelaran seni budaya ini menggabungkan perpaduan musik gamelan dan musik modern. Tradisional dan modern. Juga melibatkan seniman yang paling senior hingga yang paling junior," ujarnya.

Siti mengatakan ini pertama kalinya dia mendengar lagu Indonesia Raya diiringi musik gamelan dalam pagelaran seni budaya ini. Beragam seni budaya Kabupaten Jombang yang ditampilkan dalam pagelaran ini menunjukkan seni budaya Jombang masih dilestarikan.

"Pelestarian seni budaya sudah dilakukan di sini. Ini juga menjadi salah satu tujuan MPR menggelar pagelaran seni budaya, yaitu untuk melestarikan seni budaya daerah. Kesenian ini bukan hanya sebagai tontonan dan hiburan tetapi ada panutan di dalamnya. Mudah-mudahan pagelaran seni budaya ini bisa menghibur di tengah pandemi ini," pungkasnya.

(akn/ega)